Notification

×

Iklan

Iklan

Polri dan Imigrasi Perketat Pintu Masuk RI Lewat Sistem I-GHAS 24/7

Jumat, 06 November 2026 | 10:13 WIB Last Updated 2026-11-06T03:13:30Z
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto

Kabar Center 
Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meresmikan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7). Sistem ini dihadirkan untuk memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan jaringan kejahatan lintas negara di seluruh pintu masuk Indonesia.

Peresmian berlangsung di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026). Sistem tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polri dan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Acara itu juga dihadiri Kadivhubinter Polri Irjen Untung Widyatmoko serta Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko. Suyudi menyebut I-GHAS 24/7 sebagai upaya nyata untuk mempercepat pertukaran informasi intelijen dan data perlintasan antara Divhubinter Polri dan otoritas imigrasi.

"Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Ditjen Imigrasi. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," kata Suyudi dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

Suyudi menjelaskan, platform digital itu terkoneksi langsung dengan pangkalan data Interpol yang melibatkan 196 negara anggota. Melalui integrasi tersebut, setiap peringatan atau kecocokan identitas buronan internasional yang melintas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) bisa segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Mantan Kapolda Banten itu juga memaparkan sejumlah keberhasilan kerja sama lintas negara yang sudah dicapai, di antaranya penangkapan buronan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penggagalan penyelundupan 1,6 ton ketamin, hingga penggerebekan laboratorium narkotika ilegal.

"Tentunya hal ini perlu kita perkuat dengan teknologi yang senantiasa lebih cepat, lebih tepat untuk identifikasi dan kecepatan dalam penanganannya," ungkap Suyudi.

Ia menambahkan, I-GHAS 24/7 ke depannya direncanakan akan diperkuat dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pemindaian biometrik pada 2027.

Di kesempatan yang sama, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut baik kehadiran aplikasi tersebut. Ia menilai digitalisasi pengawasan perbatasan sudah menjadi kebutuhan di tengah makin rumitnya ancaman kejahatan lintas negara.

"Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," ujar Hendarsam.

Ia optimistis integrasi operasional ini akan makin memperkokoh kedaulatan dan stabilitas keamanan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," pungkasnya.