![]() |
| Insiden penembakan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola Amerika di Birmingham, Alabama, pada Sabtu (1/11/2026) malam | net |
Kabar Center
BIRMINGHAM - Sedikitnya satu orang tewas dan delapan orang lainnya terluka dalam insiden penembakan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola Amerika di Birmingham, Alabama, pada Sabtu (31/10) malam waktu setempat.
Kepolisian Birmingham menyebut salah satu korban luka berada dalam kondisi kritis.
Menurut Departemen Kepolisian Birmingham, setidaknya satu orang telah diamankan terkait dengan penembakan tersebut.
"Tak lama setelah pukul 19.50, beberapa tembakan terdengar di blok 400 Grayman Avenue West, petugas merespons dan menemukan beberapa korban tembakan," kata Perwira Darrell Freeman dalam konferensi pers.
Freeman mengatakan sembilan orang terkena tembakan, termasuk "setidaknya satu orang dipastikan meninggal dunia." Satu korban lainnya dalam kondisi kritis, dan tujuh lainnya dalam kondisi stabil.
"Beberapa senjata api ditemukan di lokasi kejadian oleh petugas dan telah diamankan ke ruang barang bukti," ujar Freeman. "Satu orang telah ditahan dan dibawa ke Markas Besar Polisi Birmingham untuk diinterogasi. Ini adalah TKP aktif dengan informasi yang masih berkembang."
Terjadi Usai Laga
Penembakan terjadi di dekat Legion Field, yang menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola kampus Magic City Classic pada hari yang sama antara Alabama A&M dan Alabama State.
"Ini terjadi setelah pertandingan. Sebagian besar, lokasinya berada di luar properti stadion," kata Kepala Polisi Michael Pickett.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Wali Kota Birmingham Randall L. Woodfin mengatakan penembakan itu membuatnya dan masyarakat "terluka, terguncang, dan sangat marah."
"Tidak ada argumen, tidak ada perselisihan, tidak ada kesalahpahaman yang bisa membenarkan kekerasan tanpa akal sehat seperti ini di malam perayaan," kata Woodfin.
Wali Kota menegaskan bahwa Magic City Classic berakar pada tradisi kampus-kampus kulit hitam bersejarah (HBCUs), termasuk "tradisi keluarga."
"Malam ini, sebagai sebuah keluarga, kita berduka. Kita merangkul tetangga kita yang sedang menghadapi rasa sakit yang tak terbayangkan saat ini. Dan seperti keluarga, kita akan berdiri bersatu saat kita mengatasi malam tragis ini," ujar Woodfin.
"Sementara kejahatan ini masih dalam penyelidikan aktif, kami tidak akan berhenti sampai kami mencapai keadilan yang cepat atas kekerasan yang tidak masuk akal ini."
