![]() |
| Pelantikan Ketum PPTSB 2026-2031 1 NOV 2026 di Hotel Aryaduta Medan | foto: ist |
Kabar Center
MEDAN - Tongkat estafet kepemimpinan Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru se-Dunia resmi berpindah. Forum tertinggi organisasi, Mubes XVI Tahun 2026, secara mufakat menunjuk Sairon Sinaga sebagai Ketua Umum untuk lima tahun ke depan.
Forum yang dipusatkan di salah satu hotel berbintang di Kota Medan itu berlangsung pada Sabtu sore, 31 Oktober 2026 di Hall Aryaduta Hotel Medan.
Keputusan bulat diambil peserta setelah Ir. Edison Sinaga memutuskan tidak melanjutkan pencalonan kembali, dengan alasan menjaga keutuhan dan kekompakan bersama.
Figur yang Dikenal Dekat dengan Anggota
Di kalangan internal, terutama Sumatera Utara I, Sairon Sinaga bukan nama baru. Ia kerap mendapat panggilan akrab sebagai sosok pemimpin besar karena dinilai luas dalam pergaulan dan kuat dalam kepedulian terhadap sesama keturunan Toga Sinaga.
Gambaran lain yang sering melekat padanya adalah perpaduan ketegasan sikap dengan hati yang besar. Karakter tersebut terlihat dalam cara ia bersikap, tetap rendah hati namun peduli dalam membangun ikatan persaudaraan.
Rekam jejaknya di organisasi juga terbilang panjang. Sejak kepengurusan di bawah Mangihut Sinaga hingga periode Ir. Edison Sinaga, kehadirannya selalu terlihat dalam berbagai agenda pelantikan pengurus di tingkat wilayah dan cabang di berbagai provinsi.
Ia pernah mendapat amanah sebagai pimpinan PPTSB untuk area Sumatera Utara I. Dalam menjalankan tugas, pendekatan kekeluargaan dan kemampuan merangkul banyak pihak menjadi ciri yang menonjol.
Momentum Penguatan Bagi Wilayah
Terpilihnya Sairon Sinaga menjadi momentum baru bagi seluruh wilayah, termasuk Jambi, untuk memperkuat konsolidasi. Sebagai perkumpulan marga yang telah memiliki legalitas resmi dan jaringan dari ujung barat hingga timur Indonesia bahkan mancanegara, kebutuhan akan soliditas menjadi sangat penting.
Kepengurusan periode 2026-2031 diharapkan mampu menjaga komunikasi antar daerah, memastikan roda organisasi terus bergerak, serta merawat warisan budaya leluhur Toga Sinaga.
