Notification

×

Iklan

Iklan

Operasi Patuh Toba 2026 di Samosir Digelar, Kapolres: Tidak Boleh Ada Pungutan Liar

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:07 WIB Last Updated 2026-10-26T12:23:17Z
Foto: Istimewa

Kabar Center 
SAMOSIR – Jajaran Polres Samosir melaksanakan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mako Polres Samosir, Senin 26 Oktober 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Apel tersebut digelar sebagai pengecekan akhir kesiapan personel, peralatan pendukung, serta soliditas lintas sektor untuk mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Samosir.

Kegiatan dipimpin Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H. Apel juga dihadiri jajaran Pemkab Samosir, unsur TNI, Kejaksaan Negeri Samosir, DPRD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta para pejabat utama dan personel gabungan Polres Samosir.

Kapolres menjelaskan, apel gelar pasukan menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh unsur siap sebelum operasi dimulai.

Operasi lalu lintas ini mengangkat tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”

“Operasi Patuh Toba 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Utara,” demikian penekanan Kapolres dalam amanatnya.

Operasi akan berlangsung 14 hari, terhitung 26 Oktober sampai 8 November 2026. Pola operasi mengutamakan upaya edukasi, persuasi dan sikap humanis, yang diperkuat dengan penindakan berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan pemberian teguran simpatik sesuai aturan.

Kapolres memaparkan data dari Ditlantas Polda Sumut, sepanjang 2025 terjadi 6.538 kasus laka lantas, turun 4,6 persen dibanding tahun 2024 yang tercatat 6.850 kejadian.

Khusus pada Operasi Patuh Toba 2025 selama 14 hari, tercatat 133 kejadian kecelakaan yang menyebabkan 31 orang meninggal dunia, 69 luka berat, 176 luka ringan, dengan total kerugian materi sekitar Rp740,2 juta.

Total korban jiwa akibat laka lantas secara umum juga turun 10,4 persen, dari 1.580 orang pada 2024 menjadi 1.415 orang pada 2025.

Walau tren menurun, jumlah kecelakaan dan fatalitas masih cukup tinggi sehingga perlu perhatian serius. Karena itu, Operasi Patuh Toba 2026 difokuskan pada titik rawan kecelakaan, lokasi yang sering terjadi pelanggaran, serta jalur yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Dalam arahannya, Kapolres meminta personel fokus pada tujuh pelanggaran prioritas yang menjadi pemicu utama kecelakaan, yakni pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang di sepeda motor, tidak memakai helm SNI dan tidak memakai sabuk pengaman, mengemudi dalam pengaruh alkohol atau mabuk, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan.

Selain tujuh pelanggaran tersebut, petugas juga diminta menindak pelanggaran lain seperti tidak memiliki SIM, melanggar marka jalan, parkir di bahu jalan, memakai knalpot tidak standar, pelat nomor tidak sesuai ketentuan, penyalahgunaan sirene dan rotator, serta kendaraan yang tidak laik jalan.

Penindakan, kata Kapolres, wajib dilakukan secara selektif, profesional, proporsional, dengan tetap mengedepankan sikap humanis.

Untuk hasil yang maksimal, seluruh anggota diminta melakukan deteksi dini serta memetakan daerah rawan pelanggaran, laka, dan macet. Penempatan personel juga harus menyesuaikan dengan tingkat kerawanan di lapangan.

Ia juga memerintahkan agar upaya preemtif dan preventif diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat luas, mulai dari komunitas roda dua dan roda empat, pelajar, sopir angkutan umum, hingga pelaku usaha angkutan barang dan logistik.

Kegiatan pengaturan, penjagaan, patroli dan pengawalan lalu lintas juga diminta ditingkatkan, terutama pada jam-jam sibuk, area sekolah, pusat keramaian, jalur wisata, serta ruas jalan yang rawan laka dan kemacetan.

Dalam hal penegakan hukum, pengoperasian ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran harus berjalan sesuai prosedur.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan publik selama operasi.

“Tidak boleh ada pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, maupun tindakan arogan dalam pelaksanaan operasi,” tegasnya dalam amanat tersebut.

Koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Dishub dan seluruh stakeholder terkait juga diminta terus diperkuat. Sosialisasi lewat media massa dan media sosial juga harus dimaksimalkan agar informasi terkait Operasi Patuh Toba 2026 tersampaikan dengan benar kepada publik.

Menurut Kapolres, keberhasilan operasi bukan hanya dilihat dari banyaknya pelanggar yang ditindak, melainkan dari meningkatnya kesadaran dan kepatuhan warga serta berkurangnya angka kecelakaan dan korban jiwa.

Ia berharap seluruh personel melaksanakan tugas dengan tanggung jawab, profesional dan ikhlas, serta hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang memberi rasa aman dan menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas.

“Pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 di wilayah Kabupaten Samosir diharapkan berjalan aman, tertib, lancar, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” demikian penegasan Kapolres.

Apel diikuti personel Polres dan Polsek jajaran, anggota TNI, personel Dishub dan Satpol PP Kabupaten Samosir. Kegiatan ditandai dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel serta penyematan pita operasi kepada perwakilan personel.

Turut hadir Wakapolres Samosir Kompol Manumpak Hatorangan Sitorus, S.H., perwakilan Bupati Samosir Drs. Tunggul Sinaga, perwakilan Dandim 0210/TU Kapten Kav Edianto Simangunsong, perwakilan DPRD Kabupaten Samosir Sarhockel Martopolo Tamba, perwakilan Kajari Samosir Parlindungan Situmorang, S.H., M.H., serta perwakilan instansi lainnya.

Plt. Kasi Humas Polres Samosir menyebutkan operasi akan digelar selama 14 hari mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Ia menegaskan seluruh rangkaian operasi akan dijalankan dengan pendekatan humanis untuk meningkatkan kesadaran, kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sehingga situasi Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib dan lancar di Kabupaten Samosir dapat terwujud.

Apel selesai pada pukul 09.40 WIB dan dilanjutkan foto bersama. Seluruh kegiatan berjalan aman dan kondusif.