![]() |
| Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali | Instagram |
Kabar Center
Jakarta - Wacana Partai Keadilan Sejahtera untuk menggalang komunikasi lintas fraksi terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat tanggapan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menilai tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan.
"Sekarang begini, saya bukan orang hukum. Kalau orang menggugat, ada yang dituntut, toh? Dan kemudian ketika yang dituntut ditolak, terus apa yang dipermasalahkan? Apa yang putusan pengadilan kemarin? Ditolak," kata dia kepada wartawan di Bogor, Sabtu (24/10/2026).
"Kalau ditolak, apakah pertimbangan itu bisa dipermasalahkan? Kan enggak bisa menurut saya," tambah dia.
Menurut Ahmad Ali, amar putusan MK sudah jelas sehingga tidak ada ruang diskusi lebih lanjut. Ia bahkan menilai langkah di MK kemarin hanya sebatas manuver politik.
"Iya, kan? Kan enggak. Amar putusannya dan kemudian ya untuk putusannya tidak ada. Terus apa yang mau didiskusikan? Bahwa ini ditunggangi, juara. Itu hanya demonstrasi politik aja kemarin yang dibikin oleh oleh Mahkamah Konstitusi itu," ungkapnya.
Pernyataan PSI ini merespons sikap Sekjen PKS, Muhammad Kholid, yang menindaklanjuti pidato Presiden PKS Almuzzammil Yusuf. Almuzzammil sebelumnya menyatakan PKS siap menjadi jembatan aspirasi publik mengenai persoalan ijazah Wapres Gibran.
Kholid menyebut DPP PKS telah memberi mandat kepada fraksinya di Senayan untuk memulai penjajakan dengan fraksi lain.
"DPP PKS menugaskan kepada Fraksi DPR RI untuk membangun komunikasi politik terlebih dahulu dengan fraksi-fraksi lain. Saat ini DPR RI masih reses, kita akan tunggu nanti saat masa sidang berikutnya," kata Kholid kepada wartawan, Rabu (20/10).
Ia menambahkan, PKS akan menampung berbagai masukan termasuk wacana penggunaan hak angket maupun hak menyatakan pendapat yang ramai dibicarakan.
"Yang penting bangun komunikasi politik dulu, menjajaki apa pandangan dan pendapat kawan-kawan di DPR. Kita lihat nanti ya, kita jajaki dulu," tambahnya.
