Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Samosir Kebut Pembangunan SMA Plus Santo Mikael, Target Terima Siswa Baru 2027

Selasa, 03 November 2026 | 10:07 WIB Last Updated 2026-11-03T03:07:58Z
Kunjungan balasan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom ke Yayasan Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Senin (02/11/2026). | ist

Kabar Center
SAMOSIR - Rencana menghadirkan sekolah unggulan berasrama di Samosir mulai menemui titik terang. Pemkab Samosir bersama Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar sepakat mempercepat pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan, dengan target pembangunan asrama mulai tahun ini dan penerimaan siswa baru tahun ajaran 2027.

Komitmen itu menguat dalam kunjungan balasan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom ke Yayasan Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Senin (02/11/2026). 

Pemkab menegaskan sekolah ini tidak hanya fokus akademik, tetapi juga pembentukan karakter, iman, kepemimpinan, disiplin, dan kesiapan menghadapi teknologi digital.

Sekolah dengan motto “Educating compassionate future leaders for God, humanity, and the integrity of creation” ini akan memprioritaskan putra-putri Samosir, termasuk dari keluarga kurang mampu.

Ketua Yayasan Santo Yoseph, Pastor Fridolinus Simanjorang, mengapresiasi kehadiran Bupati secara langsung.

“Suatu kehormatan bagi kami. Kami sangat bangga dan bersyukur, bapak menjadi Bupati pertama yang hadir di Yayasan Santo Yoseph.  Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kami untuk semakin mempercepat program yang sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Samosir,” ujar Pastor Fridolinus.

Ia menyebut pembangunan juga mendapat dukungan penuh Uskup Agung Medan. Untuk tahap awal, SMA Santo Mikael akan digunakan sebagai lokasi belajar sementara sembari kompleks baru dibangun. Targetnya dalam dua tahun seluruh aktivitas bisa terpusat di kompleks SMA Plus.

“Kita harus bergerak cepat. Pada masa periode Pak Bupati, SMA unggul ini sudah harus terwujud dan diresmikan. Dengan sambutan dan dukungan Pak Bupati, kami yakin pembangunan SMA Plus ini akan berhasil. Yayasan Santo Yoseph siap berkolaborasi demi kemajuan dan mutu pendidikan di Samosir,” kata Pastor Fridolinus .

Konsep pendidikannya juga mengintegrasikan budaya Batak melalui ekstrakurikuler, serta pembinaan komunikasi, kepemimpinan, dan public speaking.

Proyek senilai sekitar Rp41 miliar ini akan dibangun dalam empat fase di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, dekat Puskesmas Buhit, di atas lahan 3,2 hektare. Fasilitasnya meliputi gedung sekolah, asrama putra-putri, aula, lapangan sepak bola dan basket, kolam renang, taman siswa, green house, hingga area parkir.

Bupati Vandiko menegaskan keseriusan Pemkab mewujudkan sekolah yang sudah lama diidamkan.

“SMA unggulan ini sudah lama kami idam-idamkan dan cita-citakan. Kehadiran kami hari ini menunjukkan keseriusan untuk mengupayakan agar SMA Plus hadir di Samosir,” ujar Vandiko.

“Kami siap bersinergi agar SMA Plus ini segera terbangun di Samosir. Kami sangat senang dan siap mendukung,” lanjut Vandiko.

Pemkab akan mengakomodasi dukungan dalam APBD 2027, mulai dari akses jalan, pematangan lahan dengan alat berat, hingga perizinan PBG dan jaringan listrik.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pembangunan ini. Untuk urusan jalan, kami akan dukung. Alat berat juga akan kita siapkan, termasuk untuk pematangan lahan dan membantu mobilisasi kebutuhan pembangunan asrama. Perizinan juga akan kami dukung,” tegas Vandiko.

Sementara, Kadis PU Rudimanto Limbong menambahkan, akses jalan sudah mulai ditangani dan tahun depan akan dibuka dengan lebar 6-7 meter.

“Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini, kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi untuk mendukung mobilisasi pembangunan,” jelas Rudimanto.