Notification

×

Iklan

Iklan

Rico Waas Resmi Sandang Merga Ginting Suka, Sebut Gelar Adat Itu Amanah Besar

Minggu, 08 November 2026 | 13:16 WIB Last Updated 2026-11-08T06:16:58Z
Prosesi adat yang berlangsung dalam acara Mboru Ate Tedeh di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026).| Ist

Kabar Center
Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Karo setelah menerima penabalan Merga Ginting Suka. Prosesi adat tersebut berlangsung dalam acara Mboru Ate Tedeh di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026).

Bagi Rico, pemberian merga itu bukan hanya sekadar bentuk penghormatan adat. Lebih dari itu, ada tanggung jawab besar yang melekat di dalamnya untuk ikut merawat dan melestarikan budaya Karo serta menjaga persatuan bangsa.

"Ini bukan saja sebuah hal yang hanya diberikan, tapi penghargaan yang sangat luar biasa besar. Ada tanggung jawab yang begitu besar, termasuk bagaimana kesukuan dan kebangsaan kita harus dirawat sebaik mungkin," ujar Rico Waas usai menjalani prosesi penabalan dalam acara Mboru Ate Tedeh di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026).

Dalam prosesi tersebut, Rico Waas menyandang Merga Ginting Suka, sementara sang istri, Ny. Airin Rico Waas, ditabalkan sebagai Beru Sembiring Pelawi. 

Menurut Rico, Mboru Ate Tedeh menjadi momen yang sangat berkesan karena tidak sekadar menjadi ajang temu kangen warga Karo, melainkan juga wadah untuk saling mengenal, mendalami adat istiadat, dan memperkuat tali persaudaraan.

Sebagai pemimpin Kota Medan, Rico menegaskan komitmennya untuk bersikap adil dan memberi perhatian kepada semua warga tanpa memandang suku, agama, adat, maupun budaya. Ia pun berharap budaya Karo terus tumbuh, berkembang, dan menjadi salah satu unsur penting dalam keberagaman Kota Medan.

Rico juga mengungkapkan keseriusan istrinya dalam mempersiapkan prosesi penabalan yang sudah dirancang sejak satu tahun lalu. Airin disebut begitu antusias untuk mendalami sejarah, tradisi, hingga makna merga yang kini melekat pada dirinya.

"Kami akan jalankan amanah ini. Mudah-mudahan tanggung jawab ini tidak memberikan kekecewaan bagi masyarakat Karo. Izinkan kami bekerja keras dan mencintai seluruh masyarakat Kota Medan, termasuk masyarakat Karo," imbuhnya.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPD RI Sumatera Utara Dr. Badikenita br. Sitepu, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. Antonius Ginting bersama istri, Raja Urung Sukapiring Datuk Rustam Karo Sekali Sukapiring, Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Kuzu Serasi Wilson Tarigan, anggota DPRD Kota Medan Jusup Ginting Suka dan H. Rajudin Sagala, serta jajaran Forkopimda Kota Medan.

Turut hadir Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi beserta istri, Sekda Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting beserta istri, Ketua PHRI Sumatera Utara Melky Maydiroy Waas beserta istri, para inisiator dan pemrakarsa Mboru Ate Tedeh, pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah, para raja urung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga besar masyarakat Karo.

Melalui Mboru Ate Tedeh ini, hubungan kekeluargaan antara keluarga Waas dan masyarakat Karo menjadi semakin kokoh. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keragaman suku dan budaya adalah aset berharga yang wajib dijaga bersama di Kota Medan.