Notification

×

Iklan

Iklan

Pasukan Inggris dan Eropa Diizinkan Balas Tembakan Rusia di Ukraina jika Diserang

Selasa, 03 November 2026 | 12:58 WIB Last Updated 2026-11-03T05:58:50Z
Tentara Inggris dari Brigade Mekanis Ringan ke-7, yang akan ambil bagian dalam gladi bersih pengerahan 11 negara ke Ukraina bulan ini. | Alamy

Kabar Center 
Jakarta - Pasukan Inggris dan sekutunya di Eropa akan diizinkan membalas tembakan jika diserang Rusia saat ditempatkan sebagai pasukan penjaga perdamaian di Ukraina setelah gencatan senjata.

Dilaporkan The Guardian Selasa (03/11), hal itu diungkapkan pejabat Barat yang mengetahui rencana pengerahan pasukan stabilisasi pimpinan Inggris-Prancis tersebut.

Pasukan itu nantinya tidak akan bergantung pada sistem atau teknologi Amerika Serikat, seperti Starlink milik Elon Musk, dan diperkirakan hampir seluruhnya berisi pasukan Eropa.

"Jelas kami akan melindungi pasukan kami dari segala bentuk agresi," ujar seorang pejabat yang mengetahui rencana tersebut.

Ia menegaskan pasukan Barat di Ukraina akan tetap bertindak dengan cara yang "bersifat defensif".

Rincian itu muncul saat Inggris dan Prancis mengumumkan Latihan Koalicja yang akan digelar akhir bulan ini di Polandia. Latihan 11 negara ini melibatkan 2.800 prajurit untuk menguji skenario pengerahan cepat ke Ukraina jika perang berakhir.

Prancis mengerahkan 1.500 personel dari Divisi 1 dan Inggris 300 personel dari Brigade Mekanis Ringan ke-7. Negara lain yang terlibat yakni Polandia, Jerman, Belgia, Estonia, Lithuania, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Turki.

Komandan pasukan multinasional, Letjen Tom Bateman, menegaskan komitmen Eropa untuk Ukraina.

"Kami berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan yang kuat dan mengikat bagi Ukraina setelah penghentian permusuhan," kata Bateman.

Menurut Bateman, tujuan latihan adalah untuk menunjukkan "kesiapan militer, kemampuan pengerahan cepat, dan kemampuan untuk beroperasi secara efektif".

Bateman menegaskan pasukan tersebut bersifat non-NATO, artinya beroperasi di luar aliansi militer Barat dan diperkirakan minim dukungan AS jika dikerahkan ke Ukraina.

Terkait ketergantungan teknologi AS, seorang pejabat menegaskan pihaknya tidak bergantung pada sistem AS.

"Kami tidak bergantung pada sistem AS," tegasnya, saat ditanya apakah pasukan multinasional bergantung pada satelit Starlink untuk komunikasi.

Meski AS berusaha memimpin negosiasi dengan Rusia dan Ukraina, Presiden Donald Trump mengatakan tidak akan mengerahkan pasukan Amerika untuk penjaga perdamaian di Ukraina.

Upaya perdamaian pada musim gugur ini menghasilkan sedikit kemajuan, meskipun ada rencana pembicaraan tiga pihak yang dimediasi AS akhir bulan ini.

Tujuan utama pasukan multinasional adalah membantu "meregenerasi dan memperkuat" militer Ukraina setelah perang, meskipun pasukan Barat akan dikerahkan jauh dari garis depan. Aturan pelibatannya tetap memungkinkan pasukan membela diri dari serangan drone Rusia.

Jet tempur juga diperkirakan akan membantu membuka kembali bandara komersial Ukraina dengan patroli dan ada rencana membersihkan ranjau di Laut Hitam untuk ekspor gandum, operasi yang dipimpin Turki.