![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni saat membuka Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Banten Tahun 2026 di Alun-Alun Kota Tangerang. ist |
Kabar Center
Tangerang - Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat untuk membudayakan olahraga sebagai upaya membangun generasi yang sehat dan produktif dalam memperkuat bangsa.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Banten Tahun 2026 di Alun-Alun Kota Tangerang, Minggu.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Andra mengajak seluruh kepala daerah serta pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Banten untuk mengaktifkan kembali kegiatan olahraga di tengah masyarakat melalui gerakan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
"Olahraga itu penting karena saya yakin jika rakyatnya sehat, negaranya akan kuat," ungkap Andra Soni.
Ia menilai aktivitas fisik perlu dijadikan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, kata dia, saat ini masih banyak anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang kurang melakukan aktivitas fisik.
Berdasarkan data program cek kesehatan gratis (CKG) Tahun 2025 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, lebih dari 60 persen remaja dan pelajar tercatat kurang melakukan aktivitas fisik. Sementara itu, lanjutnya, angka pada kelompok orang dewasa mencapai 95,8 persen.
Menurutnya, kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan olahraga secara rutin untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
"Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan lain-lain. Oleh karena itu, rutinitas fisik ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit tersebut," katanya.
Lebih lanjut, Andra Soni mengatakan FORPROV II Banten 2026 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat dan aktif.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk melestarikan olahraga tradisional dan berbagai kreasi budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
"FORPROV juga menjadi ruang pelestarian budaya. Olahraga tradisional dan kreasi budaya adalah bagian dari jati diri bangsa. Hal ini harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh zaman," imbuhnya.
Gubernur Andra Soni juga mengapresiasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Banten beserta KORMI kabupaten dan kota yang terus mengembangkan olahraga masyarakat di berbagai daerah.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan FORPROV II Banten 2026.
Andra Soni berharap pembinaan olahraga masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga atlet dan pegiat olahraga asal Banten mampu menunjukkan prestasi pada Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) mendatang.
"Lakukan pembinaan secara berkelanjutan sehingga Banten dapat tampil membanggakan pada FORNAS berikutnya," tegasnya.
Ditempat yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tangerang sebagai tuan rumah FORPROV II Banten 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat di Provinsi Banten.
"Pemkot Tangerang terus mendukung kegiatan ini dan berkomitmen melakukan pembinaan, serta menyediakan fasilitas yang diperlukan," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua KORMI Provinsi Banten Nuraeni melaporkan bahwa FORPROV II Banten 2026 diikuti sebanyak 5.365 peserta dari 50 induk organisasi olahraga (Inorga).
Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 47 Inorga mengikuti pertandingan, sementara tiga Inorga lainnya berpartisipasi dalam kegiatan ekshibisi.
Nuraeni mengatakan meningkatnya jumlah Inorga menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas pengembangan olahraga masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota.
"Hal ini tentu harus disosialisasikan secara masif kepada kabupaten/kota agar dapat merangkul serta membangun komunikasi dengan para pegiat dan Inorga di bawah naungan KORMI daerah," jelasnya.
Dirinya mengatakan olahraga masyarakat tumbuh dari hobi dan kecintaan warga terhadap aktivitas fisik, termasuk upaya mempertahankan permainan tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.
"Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami untuk bisa merangkul seluruh induk olahraga yang memang berawal dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat," pungkasnya.
