Notification

×

Iklan

Iklan

Kurangi Biaya, Google PHK Ratusan Karyawan

Sabtu, 13 Januari 2024 | 10:51 WIB Last Updated 2024-01-13T03:51:06Z
Ilustrasi 

Kabar Center

Google, bagian dari Alphabet Inc mengabarkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ratusan karyawan di beberapa tim. PHK ini bagian dari upaya perusahaan teknologi tersebut untuk mengurangi biaya.

Dilaporkan Reuters Kamis (11/1), Google mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan di unit Voice Assistant-nya, sementara ratusan peran dihilangkan dalam tim perangkat keras yang bertanggung jawab atas Pixel, Nest, dan Fitbit, dengan sebagian besar anggota tim augmented reality (AR) juga dipecat.

Ratusan peran di tim teknik pusat mesin pencari raksasa itu juga terpengaruh, kata Google. Sementara, James Park dan Eric Friedman, pendiri Fitbit, meninggalkan perusahaan tersebut.

Google membeli perusahaan pelacakan kesehatan dan kebugaran Fitbit seharga 2,1 miliar dolar AS (sekitar Rp32 triliun) pada 2021, tetapi, terus meluncurkan versi baru dari Pixel Watch, produk yang bersaing dengan beberapa perangkat Fitbit dan juga Apple Watch.

"Sepanjang semester kedua tahun 2023, beberapa tim kami membuat perubahan untuk menjadi lebih efisien dan bekerja lebih baik, serta menyelaraskan sumber daya mereka dengan prioritas produk terbesar mereka," ujar juru bicara Google kepada Reuters dalam sebuah pernyataan.

"Beberapa tim terus melakukan jenis perubahan organisasi ini, yang mencakup penghapusan beberapa peran secara global," lanjut juru bicara itu.

Juru bicara itu tidak menyebutkan jumlah peran yang terpengaruh. Belum jelas seberapa banyak orang yang terlibat di perangkat lunak Google Assistant dan tim lainnya.

Reorganisasi tim tertentu terjadi pada saat perusahaan seperti Microsoft dan Google bertaruh pada adopsi teknologi kecerdasan buatan generatif (AI) yang meningkat menyusul kesuksesan ChatGPT dari OpenAI.

Tahun lalu, Google mengumumkan rencana untuk menambahkan kemampuan AI generatif ke asisten virtualnya. AI itu akan memungkinkan asisten untuk melakukan hal-hal seperti membantu orang merencanakan perjalanan atau menerima email dan selanjutnya mengajukan pertanyaan lanjutan.

Pada Januari 2023, Alphabet mengumumkan rencana untuk memangkas 12.000 pekerjaan, setara dengan 6 persen dari total tenaga kerja globalnya. Hingga September 2023, Alphabet memiliki 182.381 karyawan secara global.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini