Notification

×

Iklan

Iklan

Balas Serangan AS, Iran Klaim Hancurkan Pusat AI dan Drone

Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:38 WIB Last Updated 2026-07-18T06:38:13Z
Ilustrasi peluncuran rudal

Kabar Center

Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa serangan mereka telah menghancurkan "pusat kecerdasan buatan (AI) utama" dan depot drone milik Amerika Serikat (AS) yang ada di Bahrain pada Jumat (17/7).

IRGC mengatakan, serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan terbaru AS terhadap Iran.

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (18/7/2026), mengaku bahwa serangan itu dilancarkan setelah militer AS "melakukan kejahatan perang" dengan menyerang sejumlah jembatan di wilayah Iran pada malam sebelumnya, yang "menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil".

"Banyak di antaranya hangus terbakar," sebut IRGC dalam pernyataannya.

IRGC pun ikut mengklaim pasukannya telah "menghancurkan sepenuhnya pusat kecerdasan buatan (AI) utama" di Bahrain. Menurut IRGC dalam pernyataannya, pusat AI tersebut telah digunakan oleh militer AS untuk "membantu pihak musuh dalam pemilihan target guna melakukan kejahatan perang".

IRGC mengatakan bahwa lokasi-lokasi tersebut diserang menggunakan "sejumlah rudal balistik dan puluhan drone".

Kemudian, IRGC melontarkan peringatan terbaru untuk AS, saat kedua negara kembali saling menyerang beberapa waktu terakhir menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.

IRGC menegaskan jika AS terus menargetkan jembatan dan infrastruktur transportasi di Iran, maka mereka akan menyerang "aset-aset terpenting di bidang industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan milik perusahaan-perusahaan yang memiliki pemegang saham asal Amerika" di berbagai negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

"Semua negara yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS di kawasan ini merupakan pihak yang terlibat dalam kejahatan perang tersebut," tegas IRGC.

Selain menggempur Bahrain, IRGC juga menargetkan fasilitas militer AS yang ada di negara-negara Teluk lainnya, seperti Kuwait dan Yordania, dalam serangan pembalasan. (dtc/kc7)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini