Jokowi Soroti Penolakan Renovasi Rumah Ibadah di Karimun, Ini Penegasannya

JM
Kamis, 13 Februari 2020, 10:11 WIB Last Updated 2020-02-23T06:29:05Z
Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita dan simpati terhadap para korban virus korona di Tiongkok | twitter
Kabar Center - Jakarta

Adanya sekelompok warga yang menolak renovasi pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau mendapat sorotan dari Presiden Joko Wiodo.

"Ini masalah intoleransi, saya kira sudah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat seusai kepercayaannya. Jelas konstitusi kita berikan payung kepada seluruh rakyat," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2).

Presiden Jokowi bahkan memerintahkan Menkopolhukam Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menjamin terlaksananya kebebasan beribadah dan menindak tegas kelompok atau masyarakat yang mengganggu.

"Sesuai dengan jaminan konstitusi yang saya sampaikan. jangan sampai intoleransi itu ada," tegas Jokowi.

Mestinya kata Jokowi, pemerintah daerah mampu menyelesaikan masalah itu. Tapi, Jokowi melihat tidak ada langkah yang diambil untuk menyelesaikan konflik tersebut.

"Saya perintahkan Menkopolhukam dan Kapolri tegas ini harus diselesaikan. Baik yang berkaitan dengan gereja di Karimun Tanjung Balai, atau masjid yang ada di Minahasa Utara. Harus dirampungkan karena jadi preseden yang tidak baik dan bisa menjalar ke daerah lain," imbuhnya.

Seperti dikabarkan, pembangunan bangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, terpaksa dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga.

Nasib kelanjutan pembangunannya baru bisa diputuskan setelah ada putusan pengadilan. Warga juga sempat menghendaki gereja tersebut direlokasi dan dijadikan cagar budaya. (Mdk/K05)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS