Notification

×

Iklan

Iklan

Festival Anak Bermain di GBK: Kemen PPPA Hadirkan 18 Permainan Tradisional di CFD Jakarta

Senin, 02 November 2026 | 14:57 WIB Last Updated 2026-11-02T08:00:54Z
Festival Anak Bermain digelar di Gerbang Utama GBK | ist

Kabar Center
Jakarta - Festival Anak Bermain digelar di Gerbang Utama GBK pada Minggu (01/11). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) dan Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI). Program tersebut dihadirkan sebagai bentuk komitmen negara dalam memastikan hak anak untuk menikmati waktu luang dan aktivitas budaya di ruang publik.

“Hari ini kita sedang berada di kawasan car free day dan ada hal yang unik karena tersedia berbagai permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh masyarakat. Ini merupakan kolaborasi Kemen PPPA, GBK, dan KPOTI sebagai upaya menurunkan screen time anak-anak kita,” ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Pada gelaran tersebut, panitia menyiapkan 18 jenis permainan tradisional seperti egrang, lompat tali, gasing, dan permainan rakyat lainnya. Menteri PPPA ikut meninjau lokasi dan mencoba beberapa permainan bersama anak-anak serta pengunjung yang hadir.

Menteri PPPA juga menekankan bahwa pengenalan permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana untuk membangun karakter dan jiwa sosial anak.

“Permainan tradisional tidak ada yang dimainkan sendiri, sedikitnya membutuhkan dua orang. Jadi, bagaimana dia menghargai orang lain, bersikap sportif, jujur, dan mau antre. Ini karakter-karakter yang sedang kita bangun supaya generasi yang akan datang menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter,” tutur Menteri PPPA.

Menurut Menteri, Festival Anak Bermain tidak hanya digelar sekali. Masyarakat masih dapat mengikuti kembali kegiatan ini di Gerbang Utama GBK pada 8 dan 15 November 2026.

“Kami berharap kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagai wahana mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak kita,” kata Menteri PPPA.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap 20 November. Sebagai puncaknya, Kemen PPPA bersama PPK-GBK dan KPOTI akan menggelar aktivasi ruang bermain berbasis permainan tradisional di Moja Museum pada 22 November 2026.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal KPOTI, Setia Dharma Madjid, yang menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung keberlanjutan program pemajuan kebudayaan anak.

“Kami juga bekerja sama dengan KPOTI daerah untuk menyemarakkan permainan tradisional nasional karena ini merupakan salah satu bagian dari objek pemajuan kebudayaan,” pungkas Dharma.