![]() |
| Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria |
Kabar Center
Serang - Polresta Serang Kota, Polda Banten melakukan pengamanan dan pengaturan pemulangan suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang secara bertahap setelah pertandingan sepak bola di Banten International Stadium (BIS) Kota Serang, Sabtu malam (17/10).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gesekan antarsuporter serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif setelah pertandingan berlangsung.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan pemulangan suporter pada awalnya direncanakan dengan mendahulukan pendukung Persita. Namun, rencana tersebut berubah setelah adanya permintaan dari suporter Persija yang ingin keluar lebih dahulu.
“Karena adanya permintaan dari suporter Persija yang ingin keluar terlebih dahulu, kepolisian memutuskan untuk mengeluarkan suporter Persija lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan suporter Persita,” katanya di usai laga pertandingan tersebut di Stadion BIS.
Ia menyebutkan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, petugas kepolisian turut mengawal rombongan suporter Persija Jakarta hingga pintu tol. Yang mana, kata dia, berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sekitar 30 bus yang digunakan untuk mengangkut para suporter.
Di tengah proses pemulangan suporter, lanjut Kapolres Yudha, kepolisian juga menyiapkan pengamanan bagi pemain kedua tim. Ia menyampaikan bahwa para pemain Persija Jakarta saat itu masih berada di dalam stadion.
Yang mana kepulangan para akan dilakukan setelah kondisi di luar stadion dinyatakan kondusif. Kemudian, kata dia, petugas disiagakan untuk mengawal proses keberangkatan guna meminimalkan potensi gangguan keamanan.
“Pemain masih direncanakan menggunakan bus sebagaimana saat kedatangan. Namun, opsi penggunaan kendaraan taktis tetap dipertimbangkan apabila situasi dinilai tidak memungkinkan,” jelasnya.
Selanjutnya, Kapolresta Yudha mengingatkan para suporter agar tetap menjaga ketertiban serta mengedepankan sportivitas dalam mendukung tim kebanggaan masing-masing.
Menurutnya, dukungan kepada klub sepak bola harus disalurkan secara positif dan tidak berujung pada tindakan yang dapat membahayakan keselamatan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami mengimbau khususnya kepada seluruh suporter, baik dari Persija maupun dari Persita, untuk bisa menjaga situasi tetap kondusif, Fanatisme jangan sampai berlebihan," imbaunya.
"Jangan sampai sepak bola yang seharusnya menjadi ajang sportivitas dan hiburan justru menjadi ajang perkelahian yang mengganggu situasi keamanan dan aktivitas masyarakat lainnya,” Yudha menambahkan.
Selain mengamankan pemulangan suporter dan pemain, pihaknya juga menerima laporan mengenai sejumlah suporter yang mengalami luka-luka dalam insiden setelah pertandingan.
Yudha mengatakan jumlah korban dan identitas suporter yang terdampak masih dalam proses pendalaman. Pihaknya memprioritaskan penanganan medis bagi para korban dengan membawa mereka ke rumah sakit.
“Prioritas utama saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis dengan membawa mereka ke rumah sakit terlebih dahulu,” pungkasnya.
Polda Banten mengupayakan agar seluruh rangkaian pemulangan suporter dan pemain berjalan aman, sekaligus menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. (Fauzi)
