Notification

×

Iklan

Iklan

Kobar Diguyur Hujan Lebat, Jumlah Hotspot Karhutla Turun Signifikan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:36 WIB Last Updated 2026-10-27T08:36:43Z
Hujan di Kobar | net

Kabar Center
Kotawaringin Barat - Curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, membawa dampak positif terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan pantauan BMKG, titik panas di daerah tersebut tersisa 22 titik pada Senin, 26 Oktober 2026.

Jumlah tersebut turun tajam dalam tiga hari terakhir. Pada 24 Oktober 2026, satelit BMKG masih mendeteksi 1.059 titik panas di Kobar. Kemudian pada 25 Oktober, jumlahnya berkurang menjadi 119 titik hingga akhirnya menyusut drastis menjadi 22 titik pada Senin (26/10).

Forecaster On Duty BMKG Kobar, Ibnu Ismantoro, menjelaskan curah hujan yang turun cukup lebat terutama di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, mencakup wilayah Tanjung Harapan, Camp Leakey, hingga Pondok Tanggui, turut membantu menekan kabut asap.

"Air hujan dapat membantu membersihkan partikel asap yang melayang di atmosfer. Proses tersebut berpotensi mengurangi konsentrasi partikel di udara sehingga kualitas udara di wilayah terdampak dapat berangsur membaik," katanya, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, guyuran hujan juga membuat vegetasi dan lapisan tanah yang sebelumnya kering menjadi basah. Hal itu mampu menurunkan risiko kemunculan api baru maupun penjalaran kebakaran di area rawan.

"Meski demikian, penurunan jumlah hotspot belum bisa menjadi jaminan bahwa seluruh wilayah Kobar telah terbebas dari karhutla. Kondisi kabut asap masih bergantung pada cuaca, keberadaan sumber kebakaran aktif, serta penanganan di lapangan," ujarnya.

Ia menyampaikan laporan tersebut pada Selasa (27/10). Ia menegaskan pemantauan cuaca dan sebaran titik panas masih krusial untuk melihat perkembangan karhutla dan pengaruhnya bagi lingkungan serta warga.

"Data hotspot sendiri merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan. Karena itu, titik panas yang terpantau tidak serta-merta menunjukkan jumlah kebakaran aktif yang telah terkonfirmasi," katanya.

Masyarakat diminta tetap waspada. Jika cuaca kembali terik dan lahan mengering, potensi kebakaran bisa muncul lagi. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor kepada petugas apabila melihat titik api.

"Turunnya jumlah hotspot hingga 22 titik menjadi perkembangan positif di tengah upaya pengendalian karhutla di Kobar. Namun, kondisi udara yang benar-benar membaik tetap perlu dipastikan melalui pemantauan kualitas udara dan pengecekan kondisi kebakaran di lapangan," tuturnya.