![]() |
| Kebakaran hutan | foto: ilustrasi |
Kabar Center
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ratusan hektare lahan di sejumlah wilayah Indonesia masih dalam kondisi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut total lahan yang masih dalam penanganan mencapai 462 hektare dan tersebar di 10 provinsi.
"Kami akan sampaikan bahwa dari 10 provinsi yang lain, kami sampaikan di sini ada secara kumulatif 462 hektare [yang masih dalam penanganan]," ujar Berton dalam siaran langsung BNPB, Kamis (29/10).
Ia menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil pemantauan melalui satelit NASA FIRMS yang diperbarui pada Kamis (29/10) pukul 07.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Berton juga memaparkan rincian sebaran lahan terdampak.
"Kalimantan Timur ada 169 hektare, Sulawesi Tengah ada 85 hektare, Sulawesi Tenggara ada 56 hektare, Sulawesi Selatan 50 hektare, Maluku 31 hektare," sebutnya.
Selain itu, BNPB mencatat masih ada 23 hektare lahan terbakar di Maluku Utara, 10 hektare di Nusa Tenggara Timur, dan empat hektare di Gorontalo.
"Kalimantan Selatan ada empat hektare, dan Jawa Timur ada dua hektare," tambah Berton.
Di luar 10 provinsi tersebut, BNPB juga memutakhirkan data karhutla di Papua Selatan. Mengacu pada data per Rabu (28/10) pukul 19.00 WIB, masih terpantau sebanyak 65 titik panas di daerah tersebut.
Sebelumnya BNPB rutin menyampaikan laporan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Namun dalam siaran langsung Kamis ini, laporan untuk enam provinsi prioritas tersebut tidak lagi disampaikan. Berton mengungkapkan penyebabnya.
"Untuk enam provinsi tidak akan kami sampaikan lagi karena hari ini tidak ada lagi data yang kami terima adanya kebakaran di provinsi-provinsi tersebut," pungkasnya.
