Notification

×

Iklan

Iklan

Banyumas Dilanda Banjir dan Longsor, BPBD Catat 21 Titik Kejadian

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:15 WIB Last Updated 2026-10-31T03:15:59Z
Banjir di salah satu titik lokasi di Banyumas | net

Kabar Center
BANYUMAS - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10) dini hari memicu bencana banjir dan longsor di beberapa lokasi.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat ada 21 peristiwa bencana hingga pukul 08.47 WIB, dengan rincian 14 titik tanah longsor, lima titik banjir, dan dua kejadian cuaca ekstrem.

Petugas masih turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dampak.

"Petugas BPBD Kabupaten Banyumas saat ini masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak dari kejadian bencana tersebut," katanya.

Menurut Abdul, sebaran bencana mencakup Kecamatan Wangon, Kebasen, Somagede, Purwojati, Ajibarang, Lumbir, Kemranjen, hingga Rawalo.

Jenis bencana yang terjadi beragam, mulai dari pergeseran tanah, banjir luapan sungai, jebolnya tanggul, ambrolnya talud, sampai pohon tumbang yang menghalangi jalan utama.

Titik longsor antara lain ditemukan di Desa Klinting Kecamatan Somagede, Desa Canduk Kecamatan Lumbir, serta Desa Kracak Kecamatan Ajibarang.

Tidak hanya rumah warga, fasilitas pendidikan ikut terdampak yakni SDN 3 Pageralang, SDN 4 Tipar Kidul, dan SDN Karangsari.

Sementara banjir luapan sungai dilaporkan di Desa Gerduren Kecamatan Purwojati, kemudian Desa Pengadegan dan Desa Klapagading Kulon di Kecamatan Wangon, termasuk area di sekitar SMP Negeri Wangon.

Di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, tanggul Sungai Jimblem dilaporkan jebol. Di sisi lain, pohon tumbang menutup ruas jalan di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.

Abdul menambahkan pendataan tingkat kerusakan masih terus dilakukan di lapangan.

"Adapun kebutuhan mendesak untuk penanganan bencana masih dalam proses pendataan seiring dengan asesmen yang dilakukan petugas di lapangan," katanya.