Notification

×

Iklan

Iklan

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Muncul Dua Daratan Baru Seluas 30 Ha

Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB Last Updated 2026-09-24T01:41:50Z
Ilustrasi gunung meletus

Kabar Center

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap temuan dua daratan baru berbentuk pulau kecil di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau yang muncul setelah aktivitas erupsi.
Total luasan daratan baru itu diperkirakan lebih dari 30 hektare.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Rita Susilawati, menjelaskan bahwa perluasan lahan tersebut terdeteksi berdasarkan hasil analisis citra satelit Sentinel.

"Penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau terjadi di sektor barat laut, barat, hingga barat daya. Ini merupakan akibat dari pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus, dengan total penambahan luasan mencapai 32,8 hektare," jelas Rita dalam keterangan resminya yang diterima pada Kamis (24/9).

Tidak hanya terjadi perluasan pada badan utama gunung, rekaman satelit juga menunjukkan adanya gumuk pulau baru di sisi barat laut dan tenggara Anak Krakatau. Kemunculan dua daratan terpisah itu diduga masih terkait dengan rangkaian erupsi yang berlangsung terus-menerus selama sekitar 25 jam.

Menurut Rita, kajian awal PVMBG mengindikasikan magma cair yang keluar saat erupsi muncul ke permukaan lewat jalur rekahan yang membentang dari arah barat laut menuju tenggara. Semburan material dari jalur rekahan tersebut kemudian mengendap dan membentuk daratan baru.

"Sekali lagi, ini masih merupakan interpretasi awal yang perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi, serta segera melakukan verifikasi langsung ke lapangan," tegas Rita.

Badan Geologi meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II Waspada.

Untuk langkah mitigasi, PVMBG menegaskan larangan beraktivitas bagi warga, nelayan, dan wisatawan di dalam zona bahaya sejauh 2 kilometer dari kawah aktif.

"Untuk keselamatan ekstra, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 kilometer dari lokasi kedua gumuk pulau baru yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau," katanya.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini