Notification

×

Iklan

Iklan

Kualitas Beton Proyek Jembatan Sigarantung Rp30 Miliar Disorot

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:20 WIB Last Updated 2026-05-20T11:20:20Z

Kabar Center - Samosir
Pekerjaan proyek Jembatan Sigarantung di Desa Hutaginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, dengan nilai kontrak sebesar Rp30.743.005.612, menjadi sorotan.

Pasalnya proyek yang mayoritas pekerjaan beton itu diragukan. Dimana proses pengecoran beton pada proyek tersebut diduga tidak menggunakan beton dari batching plant atau pabrikan, melainkan dilakukan secara manual menggunakan self loader di lokasi pekerjaan.

Henry Sitanggang salah seorang pelaku jasa konstruksi mengatakan, pengerjaan struktur Jembatan Sigarantung mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Ia menilai penggunaan beton produksi manual maupun menggunakan self-loader dalam proyek tersebut sangat berisiko terhadap mutu konstruksi.

Menurut Henry, pekerjaan struktur jembatan seperti bore pile dan abutmen membutuhkan mutu beton tinggi, bahkan mencapai FC 30 atau setara mutu di atas K-350. Karena itu, proses produksi beton harus benar-benar terjamin kualitasnya.

“Jika pekerjaan struktur jembatan dilakukan dengan memproduksi beton secara manual atau menggunakan self-loader, tentu sangat riskan. Mutu beton dikhawatirkan tidak setara atau tidak sesuai standar,” ujarnya Rabu (20/5/2026) di Pangururan.

Ia juga mempertanyakan kemampuan produksi beton manual di lokasi proyek untuk memenuhi kebutuhan volume pekerjaan sesuai target progres atau time schedule yang telah ditetapkan.

“Dengan produksi manual di lokasi kegiatan, apa mungkin volume atau kubikasi beton yang dihasilkan bisa memenuhi progres pekerjaan tepat waktu?” katanya.

Selain itu, Henry juga menyoroti sumber material pasir dan kerikil yang digunakan. Diman menurutnya kualitas material sangat menentukan kekuatan struktur beton, terlebih lokasi Sigarantung dikenal rawan pergeseran tanah dan longsor.

“Apalagi jika sumber pasir dan kerikil yang digunakan tidak layak pakai atau asal-usulnya tidak jelas. Belum lagi jika material tersebut berasal dari lokasi yang tidak memiliki izin,” tambahnya.

Ia menyebut, sebenarnya terdapat batching plant atau pabrik beton siap pakai di Pangururan yang dinilai mampu menjadi pemasok beton untuk proyek tersebut sehingga mutu dan kualitas pekerjaan lebih terjamin.

Henry berharap pembangunan jalan dan jembatan itu dapat dikerjakan dengan baik karena nantinya akan menjadi salah satu ikon dengan panorama Danau Toba.

“Kita berharap pengerjaan jembatan sigarantung ini berjalan dengan baik karena akan menjadi ikon dengan view Danau Toba. Lokasi Sigarantung sangat rawan longsor dan pergeseran tanah. Jika pengerjaan strukturnya tidak sesuai standar, tentu bisa fatal karena jalan jembatan tersebut merupakan akses jalan nasional lingkar Samosir,” pungkasnya.

Sementara pihak Kontraktor Pelaksana Pekerjaan pada proyek tersebut yang katanya bermarga Panggabean dan Pangaribuan ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp belum memberikan keterangan. 

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini