Kabar Center - Tapteng
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu melepaskan Burung merpati di depan GOR ( Gedung Olah Raga) Pandan Kamis (23/04/2026). Pelepasan Merpati itu menandakan bahwa Perayaan Paskah Oikumene Tapteng dimulai.
Perayaan Paskah yang digelar Pemkab Tapteng itu diawali dengan Pawai yang dilepas oleh Bupati Masinton. Start dari TK Don Bosco Pandan menuju GOR Pandan itu diikuti Barisan Forkopimda Tapteng, Ketua TP PKK Tapteng, Pengkhotbah Uskup Keuskupan Sibolga, Pastor dan Suster, para Pendeta, Barisan Paskibraka pembawa bendera, Marching Band, serta barisan Jemaat.
Didalam GOR Pandan itu dilanjutkan dengan Ibadah dan Acara Umum, Hiburan Lucky Draw, dan penampilan artis ibu kota Gok Parasian Malau, Artis lokal Mega Flora Silalahi, Nowela Waruwu, persembahan lagu Pujian dari Paduan Suara St. Yosep Pandan, Paduan Suara Rege Sibuluan, Paduan Suara HKBP Dolok Nauli Pinangsori, Paduan Suara HKBP Distrik IX Sibolga, Tapanuli dan Nias serta Paduan Suara Seminari Aek Tolang.
Sebagai pembawa ibadah dan pengkhotbah dipercayakan kepada Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransikus Tuaman Sasfo Sinaga. Dalam khotbahnya Uskup mengajak warga Tapteng saling bergandeng tangan untuk lepas dari keterpurukan dan bangkit bersama akibat bencana banjir dan longsor Pada November 2025 lalu.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, mengawali sambutannya Menyampaikan, Selamat Hari Raya Paskah untuk semuanya.
"Paskah Kali ini dengan sub tema " Tapanuli Tengah bangkit lebih kuat dalam kesederhanaan dan sukacita" sesungguhnya makna dari Paskah bagaimana kita bangkit dari suatu keadaan masa sulit, untuk bangkit lebih kuat lagi dalam kesederhanaan," kata Bupati Tapteng.
"Hari ini kita berdiri di antara dua kenyataan, luka yang masih tersisa dan harapan yang mulai menyala. Kita tidak lupa, kita pernah berjalan di tengah kesulitan, kita melihat rumah yang hancur, kita melihat tanah yang tertimbun, kehilangan keluarga, tapi saya mengajak kita semua untuk bangkit," pinta Masinton Pasaribu.
Sejak awal bencana Tapteng tidak pernah sendiri, bahkan pertama sekali Daerah bencana yang dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia. Pimpinan tertinggi kita di Republik ini, Bapak Presiden Prabowo Subianto, datang melihat Tapteng. Begitu pun dukungan dari berbagai instansi, kementerian, lembaga, pemerintah, pusat, provinsi, kabupaten dan juga dari berbagai instansi vertikal yang ada di Tapteng, hadir membantu masyarakat Tapteng," tutur Bupati Masinton.
Kata Masinton, Bantuan yang datang ke Tapteng akibat bencana itu bukan hanya dari unsur pemerintah, tapi juga dari unsur Gereja, dari Katolik, dari Protestan, dan juga dari seluruh elemen gereja bahu-membahu dan juga dari berbagai elemen, bukan hanya Gereja, Masjid, Vihara,dan juga dari berbagai Lintas keyakinan dan agama lainnya.
"Itu menampakkan bahwa urusan bencana adalah urusan kemanusiaan, bukan urusan politik, dari berbagai partai politik, ketua umum partai politik juga datang membantu bahwa bencana adalah urusan kemanusiaan. Jelasnya.
"Maka, bapak ibu sekalian, hingga saat ini kita tidak berdiri sendiri dan Tapteng tidak sendirian. Kita disokong, didukung baik dari sisi anggaran, program, dan pelaksanaan dari mulai pemerintah pusat, provinsi, dan juga di kabupaten kita alokasikan untuk percepatan pemulihan Tapteng pasca bencana," ungkap Bupati.
Kata Masinton, dari kegelapan, Tapteng bangkit menuju terang, dari keputusasaan kita bangkit menuju satu pengharapan. Tidak ada beban yang terlalu berat bagi kita, kalau kita bisa bersama-sama.
Hari ini, Paskah bukan hanya sekedar perayaan, Namun ini menjadi titik balik, dimana kita akan berhenti berkata bahwa kita adalah koban. Benar kita korban, tapi kita tidak cukup hanya dengan meratap bahwa kita adalah korban. Tetapi kita harus bangkit bersama dan mulai bersuara bahwa kita adalah pejuang pejuang pemulihan. Katanya mengakhiri.
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
