Notification

×

Iklan

Iklan

Inilah Sesungguhnya Tujuan Hidup Itu

Kamis, 02 Mei 2024 | 07:16 WIB Last Updated 2024-05-02T00:16:03Z
Ilustrasi 

Kabar Center

Kita pasti pernah berpikir, kira-kira apa tujuan kita sesungguhnya dalam hidup ini. Banyak hal jawaban atas pertanyaan tersebut, mulai dari hidup dengan tujuan kekayaan, kedudukan, jabatan dan kesenangan dunia lainnya.

Namun disini akan diulas sedikit tentang tujuan hidup sesungguhnya menurut sudut pandang orang Kristen sesuai dengan Firman Tuhan dalam ayat Alkitab.

Ada banyak tokoh-tokoh dalam Alkibat yang menunjukkan kisah seperti apa sebenarnya tujuan dari hidup mereka, dengan melihat menelisik perjalanan mereka dalam Alkitab, pasti kita dapat memahami apa itu tujuan hidup.

Salah satu tokoh yang luar biasa dengan sikap kebijaksanaan yang dimilikinya adalah Salomo mengemukakan bahwa hidup yang beorientasi kepada sifat keduniawian akan menghasilkan ke sia-siaan.

"Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat"  demikian tertulis dalam kitabnya Pengkhotbah 12:13-14.

Itu artinya dengan takut akan Allah dan memegang perintah-perintahNya maka di situ terdapat pengertian untuk senantiasa Memuliakan Tuhan.

Tokoh lainnya seperti Raja Daud bahkan mengungkapkan ketergantungannya kepada Allah. Dalam alkitab Raja Daud mengatakan "Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi."

Itulah tujuan hidup Raja Daud, meski dia seorang raja dan memiliki kekuasaan namun dirinya tetap menggantungkan seluruh hidupnya kepada Allah, karena bagi dia, hubungan dengan Allah lebih penting daripada apapun dalam kehidupan ini. Tanpa ada hubungan dengan Allah, hidupnya terasa kosong dan hampa.

Sementara, tokoh Alkitab dalam perjanjian baru seperti Rasul Paulus menyebutkan, dia tidak menginginkan apapun selain mengenal Kristus. Hubungannya dengan Kristus menjadikannya sebagai sosok yang siap menghadapi apapun meskipun harus melalui jalan penderitaan.

Pada awalnya tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk memuliakan Allah, bersekutu dengan Allah, menjalin hubungan baik antar sesama, bekerja dan berkuasa atas bumi.

Akan tetapi kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat hubungan antara Allah dengan manusia menjadi renggang dan terpisah. Banyak persoalan kehidupan kemudian dihadapi yang sering tak terpecahkan.

Dengan menjalin hubungan baik kembali atas iman percaya kepada Yesus Kristus, tujuan kehidupan baru bisa menjadi nyata. 

Untuk itu, tujuan hidup manusia adalah dengan mempermuliakan Allah, mentaati segala peraturanNya, berbuat dengan Kasih yang dari padaNya, dengan meminta dicurahkannya Roh Kudus agar kita mampu mematuhi segala perintahNya yang pada akhirnya ada hidup di dalam anugerahNya untuk selama-lamanya. (MS)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini