Komunikasi Dengan Putin, Israel Coba Mediasi Rusia dan Ukraina

JM
Senin, 07 Maret 2022, 11:42 WIB Last Updated 2022-03-07T04:43:38Z

Kolase foto | Perdana Menteri Israel Naftali Bennett (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin

KABARCENTER.com

Tel Aviv - Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett menyatakan bahwa Israel akan berupaya menengahi Ukraina dan Rusia yang tengah berperang, meskipun kemungkinan untuk berhasil sangatlah kecil.

Melansir dari Reuters, Senin (7/3/2022), hal itu disampaikan Bennett usai melakukan pembicaraan mendadak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada akhir pekan lalu.

Otoritas Ukraina sebelumnya meminta Israel untuk menjadi mediator, dengan menyebut hubungan baik yang terjalin antara Israel dengan Ukraina maupun Rusia. Kantor PM Israel mengungkapkan bahwa Bennett telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebanyak tiga kali pada akhir pekan.

Dalam pernyataan kepada kabinet pemerintahannya pada Minggu (6/3) waktu setempat, Bennett tidak menjelaskan secara detail soal pertemuannya dengan Putin di Kremlin selama tiga jam pada Sabtu (5/3) waktu setempat.

Dia hanya mengatakan bahwa Israel mendapatkan 'restu dan dorongan dari semua pihak' -- yang merujuk pada Amerika Serikat (AS) selain negara-negara lainnya.

"Kita akan terus membantu di mana saja diminta, bahkan jika peluangnya tidak besar," kata Bennett.

"Bahkan pada saat hanya ada celah kecil, kita memiliki akses terhadap semua pihak dan kemampuan, saya melihatnya sebagai kewajiban moral untuk melakukan setiap upaya," ujarnya.

Bennett dan Putin, sebut Kremlin dalam pernyataannya, kembali berbicara via telepon pada Minggu (6/3) waktu setempat. Percakapan telepon itu membahas soal 'komunikasi terbaru dengan para pemimpin sejumlah negara' yang dilakukan Bennett.

Secara paralel, Bennett berbicara dengan para pemimpin Jerman dan Prancis, sedangkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid dijadwalkan bertemu Menlu AS Antony Blinken pada Senin (7/3) waktu setempat di Riga, Latvia.

Israel telah mengecam invasi Rusia ke Ukraina, dan menyampaikan solidaritas untuk Ukraina juga mengirimkan bantuan kemanusiaan. Namun Bennett belum mengabulkan permintaan Ukraina untuk mendapatkan bantuan militer dari Israel dan menjaga jalur komunikasi dengan Rusia tetap terbuka. (Int/kc5)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+