Kunci Urusan Ekonomi, Bagaimana Menekan Covid-19

JM
Rabu, 30 Juni 2021, 16:17 WIB Last Updated 2021-07-10T06:36:53Z

Presiden Joko Widodo

Kabar Center - Jakarta

Pemulihan ekonomi secara nasional tergantung bagaimana menekan angka kasus covid-19 agar hilang dari bumi pertiwi.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada pembukaan Munas VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, sebagaimana disaksikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan jika dilihat secara detail, kenaikan kasus COVID-19 selalu berpengaruh pada indeks kepercayaan konsumen.

Saat pembatasan ketat dilakukan, maka mobilitas masyarakat menurun dan angka kasus menurun, sehingga indeks kepercayaan konsumen naik.

Namun begitu angka kasus COVID-19 naik, indeks kepercayaan konsumen menurun.

"Selalu kita lihat seperti itu. Kenaikan kasus juga mempengaruhi penjualan ritel. Begitu ada penambahan kasus harian, indeksnya pasti turun, di Thailand juga sama," ujar Presiden.

Angka purchasing manager index untuk manufaktur, saat ini berada dalam posisi yang sangat tinggi.

"Sebelum pandemi 51, sekarang pada posisi 55 pada 3 Mei 2021 kemarin. Artinya ada optimisme di situ. Sisi suplai juga sama, produksi mulai menggeliat, ekspor tumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen, tinggi sekali, impor barang modal tumbuh 35 persen," ungkap Presiden.


Konsumsi listrik industri juga tumbuh 28 persen, indeks kepercayaan konsumen meningkat dari 85 pada Februari menjadi 104,4 saat ini.

"Optimisme itu ada. Indeks penjualan ritel juga tumbuh, konsumsi semen tumbuh 19,2 persen, penjualan kendaraan niaga 783 persen. Ini angka-angka yang menurut saya sangat fantastis kenaikannya. Oleh sebab itu seperti disampaikan Ketua Kadin, kita semua masih optimistis bahwa di kuartal kedua tumbuh 7 persen dari sebelumnya kuartal I minus 0,74 persen," ujar Presiden Jokowi. (Ant/kc4)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+