Jepang Digoyang Gempa, Ratusan Orang Alami Luka-luka

JM
Minggu, 14 Februari 2021, 11:57 WIB Last Updated 2021-02-14T04:57:28Z
Dinding beton yang roboh terlihat di kota Kunimi, Prefektur Fukushima pada Minggu pagi, setelah gempa bumi yang kuat melanda wilayah Tohoku Sabtu malam. | Japan Times

Kabar Center - Jakarta

Diperkirakan kurang lebih 100 orang mengalami luka-luka akibat gempa yang terjadi di Jepang pada Sabtu (13/2) malam. Seorang pekerja di penginapan tradisional di Minamisoma mengatakan guncangan gempa terasa sangat keras.

"Guncangan awal terasa sangat lebih kuat daripada yang saya alami saat gempa bumi besar Jepang Timur tahun 2011", ujarnya sebagaimana dikutip AFP.

Penulis terkenal Yu Miri mencuit di Twitter foto rumahnya. Di foto itu terlihat buku, tanaman di pot dan barang-barang lain yang berserakan di lantai.

"Rumah saya di Odaka, kota Minamisoma, semuanya berantakan," tulisnya.

Sementara itu, gempa susulan terus terjadi, beberapa jam usai gempa pertama. "Saya mendengar tanah bergemuruh. Dan gempa lainnya," cuit Miri di Twitter.

Menanggapi hal itu, pihak berwenang Jepang mengingatkan warga agar tetap waspada. Pemerintah juga akan membentuk kantor penghubung khusus untuk berkoordinasi dengan daerah yang terkena bencana, menurut laporan penyiar NHK.

Lain lagi dengan Kyodo, Petugas dari Pemerintah Fukushima, Mikihiro Meguro itu menyebutkan, pihaknya masih mengumpulkan data mengenai korban yang terdampak dan memeriksa laporan soal tanah longsor.

"Kami bekerja dengan cepat untuk mengumpulkan informasi tetapi kami masih belum memiliki rincian untuk diumumkan. Ada beberapa laporan yang belum dikonfirmasi mengenai tanah longsor tapi kita masih memeriksa," katanya.

Namun NHK menemukan data lain. Rekaman udara yang disiarkan NHK menunjukkan tanah longsor yang memutus jalan di jalan raya, di wilayah Fukushima. Tetapi belum jelas dari gambar tersebut apakah ada korban yang mengalami luka-luka.

Kantor berita Kyodo juga melaporkan sebanyak 950 ribu rumah mengalami pemadaman listrik usai gempa.

Mengenai korban dan kerusakan akibat gempa, Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan evaluasi sedang dilakukan.

"Sejauh ini kerusakan, korban jiwa dan kerusakan struktural sedang dikaji," katanya kepada wartawan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa terjadi pukul 11; 08 malam waktu setempat atau 21.30 WIB di Pasifik lepas Fukushima.

Badan itu mulanya, melaporkan gempa yang terjadi berkekuatan 7,1 skala richter kemudian direvisi menjadi 7,3 skala richter. Meski kekuatan gempa tergolong tinggi Badan Meteorologi Jepang menyebut tak ada potensi tsunami.

Jepang terletak di "Cincin Api" Pasifik, busur aktivitas seismik yang intens membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Negara ini sering dilanda gempa, dan memiliki peraturan konstruksi yang ketat untuk memastikan bangunan dapat menahan getaran yang kuat. (kc6)


Baca juga:

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+