Notification

×

Iklan

Iklan

Perayaan HPN di Samosir Sebut UKW, Vandiko: Sangat Bermanfaat

Senin, 09 Februari 2026 | 18:48 WIB Last Updated 2026-02-09T11:48:45Z
Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kezia Beach Parbaba, Senin (09/02)

Kabar Center

Wartawan di Kabupaten Samosir menggelar Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kezia Beach Parbaba Desa Siopat Sosor Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Senin (9/2/2026) 

Kegiatan dengan tag line "Tidak ada kebebasan pers tanpa demokrasi. Dan tidak ada demokrasi tanpa kebebasan pers" merupakan kegiatan dari wartawan yang bertugas di Samosir. 

Efendy Naibaho ketua Panitia pelaksanaan HPN Ke-80 tingkat Kabupaten Samosir dalam sambutannya menyampaikan bahwa awal peringatan Hari Pers  bersamaan berdirinya Organisisai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.

"Berjalannya waktu yang lama dan perjuangan yang kuat, Berkat adanya usulan dari Dewan Pers waktu itu pada Pemerintah, tahun 1985, Presiden RI, Soeharto secara sah menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional," ujar Efendy.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menyebut media adalah mitra pemerintah mulai dari pusat sampai ke daerah. Media kata dia, juga sebagai corong pemberitaan kinerja pemerintahan Kabupaten Samosir.

"Kami harapkan dalam penulisan berita secara profesional dan bukan Opini. Kami sebagai DPRD juga berfungsi sebagai pengawasan dalam pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan kabupaten Samosir. Mendukung pemerintah, bukan berarti tidak mengkritisi." katanya.

Wakil Bupati Samosir Ariston Sidauruk  mengatakan, bahwa pemberitaan yang dilakukan para awak media agar kiranya dapat meningkatkan kemajuan kabupaten Samosir khususnya di sektor pariwisata.

Sementara, Ketua SMSI Samosir Tetty Naibaho dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pers, media dibawah naungan Dewan Pers. 

"Kami berharap jajaran Pemkab Samosir tidak anti pers dan tidak anti kritik. Pers juga ikut membangun Samosir melalui tulisan baik itu berupa kritikan" kata Tetty. 

Menurut Tetty, di Samosir belum ada 30 orang wartawan yang bersertifikat. 

"Kami berharap Pemkab Samosir bisa memfasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW-red)" imbuhnya. 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pemberitaan yang dibuat pers adalah benar dan bisa menjadi pandangan bagi pihaknya untuk melakukan tindak lanjut.

"Karena pers yang turun ke lapangan dan yang melihat fakta lapangan. Kami berharap ke depan Pemkab Samosir dan pers dapat bermitra," ucap Bupati Samosir.

Menanggapi usulan Uji Kompetensi Wartawan Bupati Samosir Vandiko Gultom mengatakan bahwa hal tersebut sangat bermanfaat.
 
"Uji Kompetensi Wartawan itu penting. Guna meningkatkan profesional dalam menjalankan tugas. Paling lama bisa di tahun 2027. Tapi kalau memungkinkan di P-APBD tahun ini akan kita usulkan. Kepada Kadis Kominfo untuk berdiskusi dengan Pers atau Organisasi yang ada," tegas Vandiko. 

Peringatan HPN ini juga dihadiri Ketua Bawaslu Samosir Robinson Simarmata, Kasi Humas Polres Samosir, Para Asisten, OPD dan Camat Pangururan Robintang Naibaho. (TM/*)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini