Notification

×

Iklan

Iklan

Bila Uji Klinis Tahap III Lolos, Vaksin Ini Bakal Hentikan Pandemi Corona

Jumat, 24 Juli 2020 | 18:02 WIB Last Updated 2020-09-24T05:14:39Z
Vaksin | ilustrasi

Kabar Center - Jakarta

Vaksin buatan perusahaan China, Sinovac Biotech saat ini dalam proses uji klinis tahap III yang dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Indonesia sendiri telah menerima kiriman vaksin sebanyak 2.400 paket.

Head of Corporate Communication PT Bio Farma (Persero) Iwan Setiawan menyampaikan, jika vaksin tersebut lolos hingga pengujian tahap akhir, maka diprediksi penyebaran corona akan terhenti. Karena, nantinya setiap orang telah memiliki antibodi yang bisa melawan serangan Covid-19.

"Salah satu penanganan untuk pandemi adalah dengan vaksin agar virusnya tidak menularkan lagi. Orang sudah kebal duluan. Dengan sendirinya nanti bisa tereleminasi atau bahkan bisa eradikasi sampai musnah," ucap Iwan, Jumat (24/7/2020).

Virus lanjut Iwan, dapat berkembang biak jika inangnya itu menempel di tubuh manusia. Namun, dengan hadirnya vaksin nanti, maka antibodi yang ada pada badan seseorang akan melawannya.

Baca juga: Belum Ada Obatnya, Pemerintah: Putus Rantai Penyebaran Corona

"Kalau suatu kelompok sudah tervaksin, maka virus itu tidak bisa berkembang biak, karena komunitasnya sudah kebal. Hidup virus itu harus ada inangnya, harus ada antar manusia," terangnya.

Dikatakannya, seperti pandemi yang pernah terjadi pada medio 1970 silam, di mana saat itu penduduk di dunia mengalami wabah cacar api.

"Dulu kalau orang terkena cacar api sampai bopeng-bopeng. Dulu ada vaksinnya dan semua orang sudah tervaksin, dia (virus) tidak bisa berkembang biak. Sekarang di atas muka bumi ini sudah tidak ada. Artinya mata rantai kehidupannya putus," lanjutnya.

Baca juga: Presiden Minta pengujian Plasma Darah Untuk Terapi Pasien COVID-19 Terus Dilanjutkan

Informasi menyebutkan, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN). (Okz/kc8)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini