Notification

×

Iklan

Iklan

KKB Diduga Serang Warga dan PNS di Yahukimo, Polisi Buru Pelaku

Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:10 WIB Last Updated 2026-10-13T02:10:35Z
Petugas melakukan olah TKP | ist

Kabar Center 
Papua - Aksi kekerasan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden tersebut menyebabkan satu warga sipil meninggal dunia dan seorang aparatur sipil negara mengalami luka serius.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan serangan tersebut berlangsung dalam dua waktu berbeda, yakni Minggu (11/10) dan Senin (12/10) di wilayah Dekai, Yahukimo.

“Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga berinisial A (46) meninggal dunia dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial ET (51) mengalami luka berat,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).

Kejadian pertama berlangsung di Kompleks Ruko Blok B, Dekai, pada Minggu sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu korban A tengah menurunkan barang sembako dari truk ke dalam rumah. Korban diduga diserang oleh KKB Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Kopitua Heluka. Korban sempat ditemukan dalam keadaan terluka dan dievakuasi ke RSUD Dekai, namun nyawanya tidak tertolong.

Yusuf menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban sebagai anggota intelijen TNI tidak benar. Menurutnya, korban murni warga sipil yang bermukim dan bekerja di Dekai.

“Terdapat dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut,” tuturnya.

Serangan kedua menimpa korban ET (51) pada Senin (12/10) di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Dekai. Saat sedang membersihkan halaman rumah, korban didatangi dua orang tak dikenal yang membawa senjata tajam dan langsung menyerangnya. Akibat kejadian itu, ET menderita luka terbuka di pergelangan tangan kiri dan punggung sebelah kanan. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapat perawatan.

Aparat gabungan saat ini masih melakukan penyelidikan. Yusuf menyebut pihaknya bersama Polres Yahukimo tengah menelusuri jaringan pelaku dari dua insiden tersebut.

“Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini