![]() |
| Bupati Mimika Johannes Rettob | net |
Kabar Center
JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Papua, khususnya Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Bupati Mimika Johannes Rettob meminta pemerintah pusat segera turun tangan menangani kondisi tersebut.
Dilansir Antara, Selasa (13/10/2026), Johannes Rettob menyebut Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah yang paling terdampak karhutla dari Merauke. Ia berharap BNPB segera turun membantu.
"Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan," ujarnya.
Akibat kiriman kabut asap dari Merauke, wilayah Mimika selama hampir sepekan terakhir diselimuti asap tebal yang semakin pekat. Pemkab Mimika pun telah mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan siswa PAUD dan SD karena kondisi asap yang memburuk. Sementara untuk jenjang SMP, SMA dan SMK tetap belajar seperti biasa namun diwajibkan memakai masker.
"Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya," ujarnya.
Pemerintah daerah saat ini fokus melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap, namun sumber api di wilayah asal kebakaran harus segera dipadamkan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, kabut asap tersebut berdampak besar bagi kesehatan masyarakat di wilayahnya. Kualitas udara memburuk dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat sejak kabut asap melanda Mimika.
"Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak," ujarnya.
Selain masalah kesehatan, kabut asap juga mengganggu penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika. Sejumlah maskapai tidak bisa mendarat.
"Hari ini Senin pesawat tidak bisa mendarat, hari ini ada penerbangan yang dialihkan ke Jayapura. Pesawat-pesawat kecil yang biasanya masuk juga terganggu untuk hari ini. Katanya karena ketebalan kabut asapnya," ujarnya.
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
