Notification

×

Iklan

Iklan

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 200 Meter

Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:48 WIB Last Updated 2026-10-18T11:48:00Z
Pantauan CCTV Gunung Anak Krakatau PVMBG ESDM.

Kabar Center
Pandeglang - Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda wilayah Lampung, kembali mengalami erupsi yang teramati hingga 200 meter pada Minggu 18 Oktober 2026 pukul 17.22 WIB.

"Tinggi kolom erupsi teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau kurang lebih 357 meter di atas permukaan laut," berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dikutip di Pandeglang, Minggu.

Dalam laporan tersebut kolom abu yang teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat laut, selain itu juga tidak terdengar suara dentuman saat erupsi berlangsung.

Badan Geologi menyebutkan aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan durasi sekitar 24 detik. 

"Saat ini, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga)," keterangan Badan Geologi ESDM.

Adapun untuk masyarakat, wisatawan dan pihak terkait diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas pemantauan gunung api.

Selain itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat yang termasuk pengunjung, wisatawan dan pendaki agar tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik gunung api tersebut.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava serta kemungkinan erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. 

"Masyarakat yang tinggal di kawasan pantai Provinsi Banten dan Lampung agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau," imbauan Badan Geologi ESDM. (Fauzi)