![]() |
| Tangkapan layar film Digger | source: Youtube |
Kabar Center
Samosir - Film terbaru Tom Cruise berjudul 'Digger' diprediksi akan masuk dalam daftar film dengan kerugian terbesar dalam sejarah Hollywood.
Berdasarkan analisis industri, film tersebut diperkirakan merugi hingga 245 juta dolar AS atau sekitar 185 juta poundsterling bagi studio Warner Bros, menyusul capaian box office yang terus menurun.
Pada minggu kedua penayangannya, penjualan tiket 'Digger' dilaporkan anjlok sekitar 60 persen. Hingga kini, total pendapatan globalnya baru mencapai sekitar 35 juta dolar AS atau setara 26 juta poundsterling. Angka tersebut jauh di bawah total biaya produksi dan promosi yang diperkirakan mencapai 280 juta dolar AS atau sekitar 211 juta poundsterling.
Menanggapi performa tersebut, Tom Cruise memberikan pernyataan pekan lalu bahwa dia "tidak pernah memikirkan film ketika membuatnya [dalam hal] pendapatan akhir pekan pembukaan," menambahkan bahwa dia lebih fokus pada pembuatan film yang "mudah-mudahan akan diterima, bertahan lama, dan berkembang".
Jika tren ini berlanjut, 'Digger' berpotensi sejajar dengan sejumlah film yang pernah merugi lebih dari 100 juta dolar AS, seperti Cutthroat Island_ (1995), The Adventures of Pluto Nash_ (2002), Sahara (2005), dan John Carter (2012). Daftar lain dengan kerugian ratusan juta dolar juga mencakup Mars Needs Moms (2011), Amsterdam (2022), The 13th Warrior_ (1999), The Marvels (2023) dan Speed Racer (2008).
Capaian ini sangat bertolak belakang dengan kesuksesan waralaba besar yang dibintangi Cruise dalam beberapa tahun terakhir, seperti Top Gun dan Mission: Impossible.
Media industri Hollywood, Variety, memprediksi Digger hanya akan mengakhiri masa tayangnya dengan pendapatan sekitar 50 juta dolar AS atau 38 juta poundsterling secara global. Untuk mencapai titik impas, film tersebut membutuhkan sekitar 350 juta dolar AS atau 264 juta poundsterling, dengan perhitungan anggaran produksi, biaya pemasaran, pembagian hasil dengan jaringan bioskop, serta biaya kampanye musim penghargaan.
Namun, pihak Warner Bros sedikit membantah angka tersebut. Juru bicara studio menyebut kepada Variety bahwa titik impas film tersebut berada di angka 300 juta dolar AS atau sekitar 227 juta poundsterling.
Digger sendiri merupakan rilis independen terakhir Warner Bros sebelum akuisisi oleh Paramount. Film komedi hitam satir ini disutradarai oleh Alejandro G Iñárritu, sutradara yang dikenal lewat _Birdman_, Babel, dan The Revenant. Dalam film ini Cruise berperan sebagai taipan minyak bernama Digger Rockwell.
Setelah mendapat banyak ulasan negatif dari kritikus, Warner Bros kemudian menjalankan strategi pemasaran baru dengan mengajak penonton untuk "memutuskan sendiri".
Di sisi lain, film Aaron Sorkin berjudul The Social Reckoning yang dibintangi Mikey Madison dan Jeremy Allen White juga mencatat hasil yang kurang memuaskan. Film yang merupakan sekuel dari The Social Network peraih Oscar itu hanya meraih 5,5 juta dolar AS atau 4,1 juta poundsterling di AS pada akhir pekan pembukaannya. Capaian tersebut jauh di bawah pendahulunya yang meraup 22 juta dolar AS atau 16 juta poundsterling pada 2010, tanpa menghitung inflasi.
Secara global, film yang juga dibintangi Jeremy Strong dan mengisahkan insinyur Facebook Frances Haugen yang membocorkan dokumen internal perusahaan itu, baru mengumpulkan sekitar 9 juta dolar AS atau 6,8 juta poundsterling.
Di tangga box office AS, The Social Reckoning kalah dari film horor Other Mommy, thriller psikologis Verity, adaptasi gim video Resident Evil, serta film thriller Heart of the Beast yang dibintangi Brad Pitt.
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
