Notification

×

Iklan

Iklan

Toba Caldera Culture Festival 2026 Resmi Dibuka di Samosir

Kamis, 24 September 2026 | 20:32 WIB Last Updated 2026-09-24T13:32:41Z
Foto bersama | istimewa 

Kabar Center

PANGURURAN - Toba Caldera Culture Festival 2026 resmi dimulai di Water Front City Pangururan, Kamis (24/9/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan Tagading sebagai simbol dimulainya rangkaian acara.

Suasana pembukaan berlangsung meriah. Atraksi air menari memberikan warna berbeda hingga membuat para juri internasional ikut manortor mengikuti alunan musik Batak. Penyambutan juga dilakukan dengan penyematan Ulos kepada dewan juri dari berbagai negara dan Indonesia, diiringi Gondang Batak.

Hadir dalam pembukaan Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Dewi Susantri Ujung, President Director SICC Rios Sabar Andriano Tampubolon, Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan, Anggota DPRD Renaldi Naibaho, serta juri internasional Marcus Lee (Singapura), Jurgis Cabulis (Latvia), Susanna Saw (Malaysia), Prof. Mark Anthony Carpio (Filipina) dan juri nasional Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak dan Maria Calista.

Pemkab Samosir Bangga Jadi Tuan Rumah

Mewakili Bupati, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak menyampaikan selamat datang kepada para juri dan peserta. Atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Samosir, ia menyebut Samosir sebagai negeri indah kepingan surga dan titik awal peradaban orang Batak.

"kami atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir Negeri Indah kepingan surga," tutur Marudut Tua Sitinjak.

Ia juga berterima kasih kepada Samudera Ende Nusantara yang telah memilih Samosir sebagai lokasi penyelenggaraan.

Menurut Marudut, kepercayaan sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya ini sangat membanggakan dan sejalan dengan visi misi daerah.

"Kami sangat bangga karena kepercayaan sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya. Even ini tentunya sangat mendukung visi misi Pemerintah Kabupaten Samosir yaitu Samosir Unggul, Inklusif dan berkelanjutan," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas anak muda yang mampu menyatukan ragam suara dan budaya.

"Apresiasi dan menyambut baik kreatifitas para anak muda yang mampu menyatukan ragam suara dan budaya dengan mengusung tema kaldera Toba bergema dari kelimpahan budaya menuju pengaruh budaya dunia," katanya.

Marudut berharap even berkualitas ini dapat menjadi agenda tetap tahunan dengan tema berbeda, sehingga menambah minat wisatawan dan memperpanjang lama tinggal di Samosir.

Pemprov Sumut: Budaya Jadi Kekuatan

Sementara itu, Kadis Budpar Sumut Dewi Susantri Ujung yang mewakili Gubernur Sumut menitipkan salam hangat kepada masyarakat Samosir. Ia menilai SICC menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba.

Menurutnya, Danau Toba bukan sekadar bentang alam indah, melainkan rumah bagi warisan budaya yang hidup dan terus diwariskan.

"Danau Toba bukan hanya bentang alam yang indah... tersimpan identitas yang menjadi kekuatan Sumatera Utara," imbuh Dewi.

Ia menjelaskan festival ini memiliki arti penting sebagai wadah pertemuan kreativitas, tradisi, pendidikan, pariwisata dan partisipasi masyarakat. Dengan tema 'From Toba to The World', nilai budaya dari Danau Toba diharapkan dapat dikenal dan menginspirasi dunia.

Pemprov Sumut menegaskan pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas destinasi. Ketika budaya dirawat, masyarakat mendapat ruang berkarya dan generasi muda bangga akan jati dirinya.

Dewi juga mengapresiasi kolaborasi semua pihak dan menyebut budaya mampu menjadi jembatan persaudaraan lintas daerah.

"Budaya mampu menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan lintas daerah," sebutnya.

Pemprov Sumut, kata dia, akan terus mendukung Danau Toba sebagai destinasi berkelas dunia yang berpijak pada budaya lokal.

"Mari kita jadikan festival ini sebagai ruang untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya sendiri," imbuhnya.

33 Peserta Ikut Kompetisi

Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan mengatakan tahun ini kompetisi diikuti 33 peserta paduan suara dengan 58 penampilan dan 70 peserta vokal solo.

"Peserta dalam kompetisi ini ada sebanyak 33 peserta dengan 58 penampilan dan ada 70 vokal Solo yang terbagi dalam beberapa kategori," sebut Ondy.

Ia berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah agar acara terselenggara dengan baik.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini