Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Samosir Dukung OMC Tahap II Atasi Kekeringan di Kawasan Danau Toba

Selasa, 22 September 2026 | 19:58 WIB Last Updated 2026-09-22T12:58:36Z
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II untuk Wilayah Sungai Toba Asahan dan DTA Danau Toba | ist

Kabar Center 

Samosir - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II untuk Wilayah Sungai Toba Asahan dan DTA Danau Toba resmi dimulai di Terminal II BMKG Silangit, Senin (21/9/2026). Operasi ini kolaborasi BMKG, Perum Jasa Tirta I, INALUM dan stakeholder kawasan Danau Toba.

Hadir dalam pembukaan, Kalaksa BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk, Kadis Kominfo Samosir Immanuel TP Sitanggang, Kalaksa BPBD Provinsi Sumut dan se-Kawasan Danau Toba, serta pimpinan instansi terkait.

OMC Tahap II berlangsung 25 hari, 21 September - 15 Oktober 2026, dengan sasaran perairan dan DTA Danau Toba untuk mengoptimalkan hujan demi menjaga ketersediaan air dan elevasi danau di level 902,04 meter.

VP Regional II PJT I M. Luckmanul Chakim mengatakan OMC merupakan langkah menghadapi kekeringan akibat El Nino yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan energi.

“Tujuan dari OMC ini adalah mendukung ketahanan air dan ketahanan pangan, dan tidak lupa mendukung ketahanan energi yang pada ujungnya nanti mendukung pertumbuhan industri hilirisasi program pemerintah,” ungkap M. Luckmanul Chakim.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyebut OMC didasarkan pada prediksi iklim BMKG. OMC tahap I pada April lalu telah menambah pasokan air signifikan.

“Pelaksanaan OMC tidak hanya menjadi kerja sama antara PJT I dan BMKG, tetapi juga membutuhkan kolaborasi semua pihak. Apabila ada daerah yang mengalami kekeringan, informasi tersebut dapat disampaikan sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas operasi,” kata Budi.

Kalaksa BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk menyambut baik OMC sebagai upaya mitigasi kekeringan di Danau Toba.

“Kami mendukung pelaksanaan OMC ini sebagai salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi dampak kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan kekeringan. BPBD Samosir siap mendukung koordinasi dan penyampaian informasi kondisi di lapangan, sehingga langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu,” kata Sarimpol.

OMC Tahap II diharapkan memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi serta menjaga keberlanjutan Danau Toba melalui sinergi pemerintah daerah, BMKG, PJT I, INALUM dan seluruh pemangku kepentingan.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini