Notification

×

Iklan

Iklan

FGD Ekspedisi Patriot 14 Dorong Kumbe Merauke Jadi Sentra Perikanan dan Ekonomi Baru Kawasan Transmigrasi Salor

Sabtu, 26 September 2026 | 19:49 WIB Last Updated 2026-09-26T12:49:34Z
Suasana pemaparan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) Tim 14 Ekspedisi Patriot di Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (25/9/2026). | (Foto: Rivan).

Kabar Center 

MARAUKE - Kawasan transmigrasi Salor di Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal, khususnya melalui pengembangan sektor perikanan.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tim 14 Ekspedisi Patriot yang digelar di Kumbe, Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu menghadirkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merauke, Leonard H. F. Rumbekwan, S.Pi., S.ST., serta Kepala Distrik Malind, Agustinus Hendra Way, S.IP., M.P.W.K.

Leonard menyampaikan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi Salor perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran produk.

“Tidak cukup hanya menangkap ikan. Harus ada pengolahan, diversifikasi, pemasaran, dan bagaimana mempertahankan mutu melalui rantai dingin,” ujar Leonard.

Ia menilai Kumbe memiliki modal awal untuk dikembangkan sebagai sentra produksi sekaligus pengolahan perikanan. Hal tersebut terlihat dari keberadaan sejumlah Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) yang telah menghasilkan berbagai produk olahan, seperti ikan asin dan nugget ikan.

Dalam FGD tersebut, peserta juga membahas penguatan rantai nilai perikanan, perluasan akses pasar, pengembangan sentra kuliner, serta peluang kerja sama dengan berbagai institusi dan perusahaan di Kabupaten Merauke.

Melalui penguatan tersebut, hasil perikanan masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketua Tim 14 Ekspedisi Patriot, Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi., mengatakan FGD tersebut merupakan bagian dari upaya merancang optimalisasi sektor perikanan tangkap dari hulu hingga hilir dengan pendekatan blue economy.

Tim yang terdiri dari Yomivin Varel Hendayana, Furqon Sidiq, Setiadi M Noor, Lailancika Ansyar, dan Oktaviani tersebut mendorong agar hasil diskusi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan diversifikasi produk olahan ikan sebagai langkah meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal.

Melalui pengembangan sektor perikanan, Kumbe diharapkan tidak hanya menjadi wilayah penghasil ikan, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat pengolahan, pemasaran, dan penggerak ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi Salor.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini