Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Palestina Hadiri Pemakaman Massal 112 Korban Serangan di Gaza

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:21 WIB Last Updated 2026-08-05T07:21:07Z
Pemakaman massal | net

Kabar Center

Suasana duka menyelimuti Gaza City. Warga Palestina berkumpul untuk mengantarkan 112 jenazah korban serangan Israel ke tempat peristirahatan terakhir pada akhir 2023. Sebagian besar korban adalah anak-anak dan perempuan.

Korban yang dimakamkan berasal dari dua keluarga besar, yakni keluarga Abu Sharia dan Hassayna. Jenazah mereka baru dievakuasi setelah tim pencari menggali reruntuhan gedung selama 14 hari di kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan BBC, Rabu (5/8/2026), video yang beredar memperlihatkan deretan peti jenazah terbungkus bendera Palestina. Beberapa di antaranya juga ditempeli foto almarhum sebelum akhirnya dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pemakaman massal ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sepanjang konflik di Gaza.

"Saya rasa inilah rasa yang seharusnya muncul: kesedihan, kehilangan, dan duka mendalam," ujar Ali Abu Sharia, salah satu pelayat.

"Setelah akhirnya bisa menemukan dan memakamkan mereka, mungkin ada sedikit kelegaan. Tapi rasa sakit dan penderitaan yang kami alami belum berhenti," tambahnya.

Dari total 112 korban, rinciannya: 44 anak-anak, 38 perempuan, dan 7 penyandang disabilitas. Mereka tewas saat sebuah kompleks perumahan di wilayah Sabra, Gaza City, dihantam serangan pada 22 November 2023.

Peristiwa itu terjadi sekitar enam minggu setelah serangan 7 Oktober oleh Hamas ke wilayah selatan Israel yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mencatat setidaknya 73.377 warga Palestina tewas sejak perang dimulai. Angka tersebut juga diakui keakuratannya oleh PBB.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini