Notification

×

Iklan

Iklan

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Kunjungi Istana, Polisi: Pengamanan Bersifat Humanis

Senin, 15 Juni 2026 | 12:08 WIB Last Updated 2026-06-15T05:08:02Z
Ilustrasi humanis | foto: Instagram Polda Metro

Kabar Center

Jakarta - Polda Metro Jaya menekankan pengaman kunjungan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Istana Negara dilakukan dengan cara yang humanis.

Penekanan itu disebut dalam apel gabungan terkait pengamanan. Apel tersebut juga menyikapi aksi yang akan dilakukan sejumlah mahasiswa di sejumlah titik kota Jakarta.

Apel dipimpin oleh Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio.

"Yang pertama, laksanakan tugas secara humanis dan terukur. Jangan mudah terpancing emosi, hadapi dengan sabar, tenang dan proporsional. Dan ingat betul bahwa penegakan hukum adalah langkah terakhir," sebut Joko di lapangan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

"Yang kedua, tidak ada senjata api. Ulangi, tidak ada senjata api. Propam wajib memastikan dan memvideokan pemeriksaan alat alut (alat utama) alsus (alat khusus) seluruh personel sebelum bertugas," lanjutnya.

Ia pun meminta jajaran memastikan jalur VIP dari Presiden Jerman steril dan terkendali. Joko meminta personel mengamankan lintasan di Halim, Sudirman, Gatot Subroto hingga Asia Afrika.

"Rekan-rekan, hari ini bersama dengan tugas pelayanan unjuk rasa, Jakarta juga menerima kunjungan dari Presiden Jerman. Jalur lalu lintas, jalur lintasan melintas dari Halim, dari Halim, Sudirman, Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Asia Afrika hingga kawasan TVRI," kata Joko.

"Maka dari itu, sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman dan terkendali. Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP. Kawasan TVRI menjadi atensi khusus karena bersinggungan langsung dengan titik rawan pergerakan massa," ujarnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan pihaknya dengan Kodam Jaya menerjunkan 3.588 personel untuk mengamankan demonstrasi. Pihaknya menekankan kepentingan masyarakat lain jangan sampai dikorbankan.

"Selanjutnya kami menyampaikan agenda kegiatan masyarakat kedua tentang penyampaian aspirasi di muka umum. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menerjunkan personel sebanyak 3.588 personel gabungan TNI-Polri dari Dishub, Satpol PP, dan Polres-Polres penyangga," ucap dia.

Budi menyebut ada sejumlah titik aksi di Jakarta hari ini. Di antaranya Gedung DPR/MPR RI, Silang Monas hingga sekitar Dukuh Atas.

"Ada beberapa titik agenda aksi hari ini yang pertama di tempat kita berada yaitu DPR/MPR, yang kedua sekitar Silang Monas, yang ketiga seputaran Bundaran HI, Dukuh Atas, ini juga akan dilaksanakan, yang keempat adalah kantor BGN Republik Indonesia," imbuhnya. (dtc/kc7)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini