Notification

×

Iklan

Iklan

Gubsu Hadiri RUPS PT Bank Sumut di Medan

Selasa, 07 April 2026 | 07:35 WIB Last Updated 2026-04-07T00:35:35Z

Kabar Center - Medan
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 PT. Bank Sumut dipusatkan di Lantai 10 Gedung Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin 6 April 2026. 

RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 juga dihadiri  Bupati/Walikota se-Sumut selaku pemegang saham PT Bank Sumut, Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah dan lainnya. 

Terdapat enam (6) Agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 antara lain menyampaikan Laporan Tahunan dan Laporan  Keuangan PT. Bank Sumut Tahun Buku 2025, Pembahasan Penggunaan Laba setelah pajak 2025 dan rencana Tahun Buku 2026, Penetapan Dana CSR dan mekanisme penyalurannya, Pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris PT. Bank Sumut untuk menyetujui Setoran Modal Tahun Buku 2026, Pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris utk melakukan penunjukan KAP Tahun Buku 2026, 2027 dan 2028, serta Pembahasan Pengurus PT. Bank Sumut.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan bahwa dari enam agenda RUPS, salah satu keputusan kunci adalah pengalokasian kembali 15 persen dividen sebagai tambahan setoran modal oleh seluruh pemerintah daerah pemegang saham. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut melakukan penambahan modal sebesar Rp100 miliar, disusul Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar Rp70 miliar.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen bersama untuk memperkuat Bank Sumut sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Dari dividen yang dibagikan, 15 persen kami kembalikan sebagai setoran modal, dan kami dari provinsi juga menambah Rp100 miliar,” ujar Bobby.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memacu PT Bank Sumut (Perseroda) agar naik kelas. Bobby Nasution bersama pemegang saham lainnya sepakat kejar kelas Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2.

KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Sampai saat ini, Bank Sumut masih di kategori KBMI I, sementara itu OJK berencana akan mengkonsolidasi bank-bank kategori KBMI 1 di 2029.

“Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun, Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2, Jadi, ini sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp6 triliun,” kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga berharap besar kepada Bank Sumut agar tidak terlalu bergantung pada APBD. Salah satu caranya adalah memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.

“Upaya yang kita harapkan tentu kita minta untuk dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan, yang kedua produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan juga ASN,” kata Bobby Nasution.

Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, menegaskan bahwa hasil RUPS ini menjadi turning point penting dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing Bank Sumut di industri perbankan nasional.

“Keputusan strategis ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen kuat para pemegang saham terhadap kinerja Bank Sumut. Penguatan modal tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga secara langsung meningkatkan nilai investasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham,” ujar Heru.

Heru juga menegaskan bahwa Bank Sumut akan terus mengedepankan prinsip pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan inklusif, sejalan dengan visi menjadi bank andalan daerah yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami optimistis, dengan sinergi yang solid antara manajemen dan seluruh pemegang saham, target penguatan modal inti sesuai ketentuan regulator dapat tercapai tepat waktu. Ini menjadi fondasi penting bagi Bank Sumut untuk melangkah lebih agresif, adaptif, dan kompetitif ke depan,” tutup Heru.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini