![]() |
| Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada 17 Februari 2026. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/Wana/Reuters |
Kabar Center
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan yang disebut Iran melanggar kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam Iran.
Iran mengklaim serangan itu menghantam sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota di seluruh Iran.
Pada Minggu (1/3), Iran mengkonfirmasi tewasnya pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Iran juga mengumumkan masa berkabung selama 40 hari.
Dilaporkan Kantor berita resmi IRNA, dilansir Aljazeera, Minggu (1/3/2026), dewan beranggotakan tiga orang yang terdiri dari presiden negara, kepala kehakiman, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi untuk sementara akan mengambil alih semua tugas kepemimpinan di Iran.
Garda Revolusi Iran mengatakan operasi ofensif paling ganas dalam sejarah Republik Islam tersebut segera dimulai. Iran dengan cepat bersumpah akan membalas kematian Khamenei.
"Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki," Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). (dtc/kc5)
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini

