Wartawan Media Online Dianiaya di Madina, SMSI Bereaksi

JM
Sabtu, 05 Maret 2022, 13:03 WIB Last Updated 2022-03-05T06:03:04Z

Screenshot CCTV

KABARCENTER.com

Aksi kekerasan terhadap wartawan di  Mandailing Natal pada Jumat, 4 Maret 2022 kemarin dinilai tidak bermoral.

Atas perbuatan itu, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara bereaksi. SMSI mengutuk keras aksi kekerasan terhadap wartawan tersebut, dan meminta Poldasu segera menangkap pelaku karena aksi itu diduga berkaitan dengan pemberitaan.

Korban adalah Jefri Barata Lubis, ketua SMSI mandailing Natal.

Pelaku diduga oknum salah satu organisasi yang disebut-sebut suruhan Penambang Emas Tak Berizin (PETI) di Mandailing Natal.

"Kekerasan terhadap Jefri ini merupakan tindakan biadab. Sebab, wartawan itu bekerja dilindungi Undang-undang," kata Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung, Sabtu (5/3/2022) 

Didampingi Sekretarisnya Erris J Napitupulu, Zulfikar Tanjung menjelaskan, seharusnya, jika ada pihak-pihak tersinggung atau keberatan atas pemberitaan yang ditulis oleh Jefri, mekanismenya ada diatur dalam undang-undang, bukan malah main hakim sendiri.

"Untuk itu, kita mengutuk keras aksi premanisme yang telah menciderai kebebasan dan dunia pers," jelasnya.

Jurnalis senior Provinsi Sumut ini mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku dan mengungkap motif perbuatan.

"Kita yakin dan percaya, penegak hukum, dalam hal ini Polda Sumut dan Polres Madina dapat menuntaskan kasus ini dan menyeret pelakunya ke meja peradilan," sebuta Zulfikar.

Dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian jelas sekali terlihat pelakunya.

Karena itu, katanya, tidak sulit bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Akibat penganiayaan itu Jefri mengalami luka memar di bagian wajah sebelah kanan.

Jefri sudah membuat laporan pengaduan peristiwa penganiayaannya ke Polres Madina

Diketahui, Jefri Bharata Lubis adalah wartawan Topmetronews.com yang juga Ketua SMSI Kabupaten Madina. 

Penganiayaan terjadi di salah satu Cofee Shop di kawasan Penyabungan pada Jumat kemarin sekira pukul 19.30 WIB.

Informasi diperoleh, penganiayaan diduga kuat terkait pemberitaan tambang emas ilegal di Kabupaten Madina, yang belakangan kerap diberitakan oleh Jefri bersama rekan-rekan wartawan lainnya di Kabupaten Madina. (Kc5/*)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+