Inovasi Breakbulk, Tingkatkan Daya Saing Plywood Indonesia

Kabar Center
Jumat, 24 September 2021, 23:51 WIB Last Updated 2021-09-24T16:51:11Z


KABARCENTER.com

Wakil Menteri LHK, Alue Dohong merelease ekspor plywood dan blockboard PT. Surya Mandiri Jaya Sakti dengan tujuan Amerika Serikat menggunakan BreakBulk dari Magelang, Rabu, 22 September 2021 lalu.

Ekspor plywood dan blockboard dengan  pengiriman menggunakan BreakBulk ini merupakan sebuah inovasi baru yang dapat meningkatkan daya saing produk plywood dan blockboard Indonesia dalam pasar internasional. 

Penggunaan BreakBulk dilakukan untuk menggantikan penggunaan container/peti kemas yang sedang mengalami kelangkaan. Dengan breakbulk dapat menghemat biaya ekspor sampai dengan 15.000 USD per shipment.

"Pabrik plywood PT. Surya Mandiri Jaya Sakti memiliki inovasi pengganti container yang disebut dengan breakbulk, ternyata inovasi  packaging ini lebih efisien dan murah 50% dari packaging konvensional dengan menggunakan container," kata Wamen Alue. 

Wamen Alue pun menambahkan, jika ini merupakan inovasi pengusaha plywood Indonesia yang luar biasa dan patut dicontoh oleh pengusaha lain, karena ini penting untuk meningkatkan daya saing produk plywood kita dipasaran luar negeri. 
"Karena kalau harga containernya mahal maka harga jual produk plywood kita juga akan mahal, sehingga tidak kompetitif dan tidak bersaing," katanya.

Dengan menggunakan teknologi packaging breakbulk pengganti container, sebuah produk dapat langsung dimuat masuk kapal dan dikirim ke negara tujuan tanpa perlu menggunakan peti kemas.

"Selama penggunaan packaging breakbulk PT Surya Mandiri Jaya Sakti tidak pernah mengalam komplain dari pembeli produk plywoodnya. Ini inovasi pengusaha Indonesia yang bagus, dan perlu ditiru," lanjut Wamen LHK asal Kalimantan Tengah ini.

PT. Surya Mandiri Jaya Sakti adalah perusahaan manufaktur kayu yang  menghasilkan produk Plywood, Blockboard, dan Barecore berkualitas. Pabrik yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini didirikan pada tahun 2001 dengan mempekerjakan lebih dari 1500 karyawan. 

Output tahunan Kayu Lapis mencapai lebih dari 30.000 m3, sementara Barecore lebih dari 100.000m3. Perusahaan ini berorientasi ekspor dan telah mengantongi sertifikat SVLK.

Hadir bersama Wamen Alue Dohong pada acara tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, Ditjen PHPL, KLHK, Istanto. (*)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+