WHO Usulkan Studi Fase Kedua ke Wuhan, Teliti Asal Usul Virus Corona

G.M
Sabtu, 17 Juli 2021, 10:10 WIB Last Updated 2021-07-22T10:23:43Z
Penelitian di labotorium | ilustrasi

Kabar Center - Jenewa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusulkan studi fase kedua untuk meneliti asal-usul virus corona di Kota Wuhan China. Usulan itu termasuk audit laboratorium dan pasar di Kota Wuhan.

Mengenai usulan tersebut, Badan PBB itu mengimbau agar pihak berwenang di negeri tirai bambu untuk mendukung penelitian itu.
 
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, studi fase kedua akan membutuhkan kajian tentang manusia, perdagangan satwa liar dan hewan di pasar-pasar Wuhan. Tak terkecuali pasar grosir Huanan. 

“(Studi) itu juga akan membutuhkan audit laboratorium dan lembaga penelitian terkait yang beroperasi di area kasus manusia awal yang diidentifikasi pada Desember 2019,” kata Tedros dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (16/7/2021).

Sementara, para diplomat mengungkapkan, China—yang menolak kembalinya para ilmuwan internasional ke Wuhan—menyuarakan keberatan atas rencana studi fase kedua WHO itu. 

Dalam pembicaraan tertutup, perwakilan Beijing mengatakan, rencana penelitian itu tak dapat dijadikan dasar untuk berbagai studi di masa mendatang.

Sebelumnya, pada Januari lalu, sebuah tim yang dipimpin WHO menghabiskan waktu empat minggu di Kota Wuhan untuk meneliti asal-usul Covid-19. 

Para peneliti China dalam laporan bersama pada Maret lalu mengatakan bahwa virus itu mungkin telah ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

Meski demikian, negara-negara lain termasuk Amerika Serikat dan beberapa ilmuwan menuntut penyelidikan lebih lanjut terkait asal muasal virus itu, terutama terhadap Institut Virologi Wuhan. 


Perlu diketahui, pada saat munculnya Covid, institut tersebut sedang melakukan penelitian tentang kelelawar

“Menemukan asal usul virus ini adalah latihan ilmiah yang harus dijauhkan dari politik. Agar itu terjadi, kami berharap China mendukung fase proses ilmiah berikutnya dengan membagikan semua data yang relevan dengan semangat transparansi,” ujar Tedros.

Sempat mencuat teori yang menyebut virus corona penyebab Covid-19 mungkin telah bocor dari laboratorium di Wuhan. Namun, China menampik keras teori itu dan menganggapnya “tidak masuk akal”.


Pada Kamis (15/7/2021), Tedros mengatakan penyelidikan WHO terhambat oleh kurangnya data mentah pada hari-hari pertama penyebaran Covid-19 di China. 

Menanggapi itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, beberapa data memang tidak dapat disalin atau diambil dari China karena melibatkan informasi pribadi warga. (In/kc2)
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+