Terima Masukan dari Masyarakat, Jokowi Batalkan dan Cabut Program Vaksinasi Berbayar

G.M
Sabtu, 17 Juli 2021, 10:32 WIB Last Updated 2021-07-22T10:23:43Z
Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 massal di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari

Kabar Center - Jakarta

Program vaksinasj berbayar bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma akhirnya dibatalkan.

Keputusan itu dikeluarkan Presiden Joko Widodo menyusul masukan masukan dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jumat (16/7)

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," tegasnya dalam chanel Youtube Sekretariat Presiden, seperti dilihat pada Sabtu (17/07).

Untuk itu, sampai saat ini sistem vaksinasi yang dilakukan masih tetap menggunakan mekanisme sebelumnya yakni gratis bagi seluruh masyarakat. 

"Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya," kata Pramono.

Mengenai vaksinasi Gotong Royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan. Proses yang dilakukan yaitu perusahaan akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.

"Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah," katanya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+