Asyik, Festival Tuak Bakal Digelar di Samosir

JM
Sabtu, 29 Mei 2021, 14:11 WIB Last Updated 2021-05-31T15:53:46Z
Kepala Bidang Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata Togar Siboro, MM bersama Pordakwis

Kabar Center - Samosir

Kabupaten Samosir dengan dengan wilayah Danau Toba terluas saat ini terus melakukan upaya peningkatan pariwisata baik melalui panorama, budaya serta produk-produk lokal yang menjadi keunggulan di tempat itu.

Upaya tersebut dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dibuat baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat Samosir melalui Kelompok Sadar Wisata (Pordakwis).

Salah satu kegiatan yang bakal dilaksanakan beberapa hari ke depan adalah Festival Tuak Danau Toba dengan tagline "Menjadikan Aren untuk peningkatan ekonomi masyarakat".

Event ini dipercaya akan menjawab stigma negatif mengenai Tuak. Karena sesungguhnya, tuak bukan hanya sekedar minuman, namun juga sangat erat kaitannya dengan budaya batak.

Naposo Nainggolan Creative melalui akun instagram yang dilihat Kabar Center Sabtu (29/05) memperlihatkan bahwa pelaksanaan Festival Tuak tersebut akan digelar pada tanggal 04 hingga 05 Juni 2021 mendatang.

Pada festival tersebut juga akan diperlombakan, Fashion Show, lomba mewarnai, Seminar Tuak Kebersihan serta pengolahan aren dan turunannya.

Sumber foto: Instagram Naposo Nainggolan Creative

Sementara itu, Kepala Bidang Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata Togar Siboro, MM saat dikonfirmasi Kabar Center, Sabtu (29/05) membenarkan akan adanya acara Festival Tuak tersebut.

"Konsepnya secara garis besar, ada edukasi terkait tuak. Bagaimana cara pengolahannya yang betul-betul tradisional. Edukasi tentang tuak juga ada, masalah snacknya juga yang berbasis tradisional dan ada nanti SOP dalam meminum tuak," kata Togar.

Dalam festival itu lanjut Togar akan ada edukasi bagaimana sebenarnya budaya leluhur (Ompung Najolo) cara menikmati atau meminum tuak.

"Para paragat yang ada di Kabupaten Samosir nanti akan mengikuti kegiatan itu. Lumayan banyak juga yang mengikuti. Dan semua peserta sepertinya akan membuat teko dan gelas dari bambu," ungkapnya.

Sewaktu masa paskah panen kata Togar, diharapkan menggunakan asum yang juga terbuat dari bambu. "Mungkin itu gambaran besarnya," tutup Togar Siboro.
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+