TNI-Polri Bakal Diturunkan Lacak Tracing Pasien Covid-19

G.M
Rabu, 03 Februari 2021, 13:54 WIB Last Updated 2021-02-03T06:55:33Z
Ilustrasi patroli

Kabar Center - Jakarta

Presiden Joko Widodo akan menurunkan aparat TNI dan Polri untuk melacak kontak atau tracing Covid-19. Hal itu dikatakannya dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyebutkan kebijakan itu merupakan bagian dari peningkatan program Tracing, Testing dan treatment (3T).

"Kementerian Kesehatan akan menambah petugas tracing di lapangan. Ini akan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas," ujar Airlangga dalam jumpa pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2).

Jokowi juga akan menerbitkan instruksi untuk mengefektifkan program Peduli Lindungi. Sehingga tracing bisa dilakukan secara daring.

Selain itu, pemerintah juga akan mempermudah tes Covid-19. Kemenkes akan menerbitkan dasar hukum penggunaan rapid test antigen.

"Jadi rapid antigen dimasukkan ke permenkes sehingga ini bisa digunakan screening karena kita tahu rapid antigen biaya lebih rendah dari PCR," katanya.

Selain itu, Jokowi juga mengimbau pengetatan penerapan 3M. Upaya pendisiplinan masyarakat akan dipadukan dengan langkah 3T dari pemerintah.

"Bapak Presiden kembali mengingatkan kunci pandemi covid ini ada di hulu, yaitu 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak," kata Airlangga.

Pemerintah menggelar evaluasi penerapan PPKM usai Presiden Jokowi menyebut pembatasan itu tak efektif. Dalam rapat itu diputuskan pembatasan akan berfokus pada tingkat terkecil.

Airlangga menyebut mobilitas masyarakat di daerah pemukiman masih tinggi. Sehingga pemerintah akan menerjunkan aparat hingga ke tingkat RT dan RW.

"Arahan Bapak Presiden agar penanganan covid dilakukan secara lebih efektif dan tentu saja itu bisa dilakukan dengan optimalisasi efektivitas pembatasan kegiatan masyarakat," ucap Airlangga dalam jumpa pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2). (Cnn/kc5)


Baca juga:

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA