Kabar Center
Tim Arsyina (Al-Irsyad Response Team Indonesia) bersama Aliansi Mahasiswa Bogor Tanggap Bencana (AMTB) menemukan puluhan hektare lahan persawahan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, masih dapat dimanfaatkan pascabencana banjir.
Temuan awal pemetaan menunjukkan lahan sawah tidak terdampak langsung banjir, namun terkendala pengairan akibat rusaknya bendungan utama. Kerusakan tersebut membuat sistem irigasi tidak berfungsi, sehingga mengancam musim tanam petani.
Ketua Aliansi, Fajar Alfitra, mengatakan penyelamatan lahan produktif menjadi fokus utama tim saat ini.
“Sawahnya masih layak tanam, tetapi air tidak mengalir karena bendungan rusak. Jika pengairan segera diperbaiki, petani masih memiliki peluang menanam,” ujar Fajar, Rabu (21/01).
Hasil pemetaan sementara mencatat satu jalur irigasi di Desa Sawang berpotensi mengairi sekitar 73 hektare sawah di empat desa. Lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga 245 ton beras dengan nilai ekonomi sekitar Rp3,82 miliar.
Sebelum kajian lapangan dilakukan secara menyeluruh, Tim Arsyina dan AMTB telah memaparkan metode pemetaan geospasial kepada Bupati Aceh Utara dalam pertemuan di Pendopo Bupati, Lhokseumawe, Sabtu (17/1/2026) lalu.
Sementara, Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayahwa), menyambut baik pemetaan berbasis data tersebut.
“Kami dari dulu memang sudah mengidam idamkan data data yang akurat di aceh utara, dan ini alhamdulillah sudah sampai kawan-kawan,” ungkap Ayahwa.
Ke depan lanjutnya, tim akan melanjutkan kajian detail wilayah terdampak dan menyerahkan hasilnya kepada pemerintah daerah sebagai dasar penanganan awal terutama sektor pertanian. (Riv)
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
