Es di Gunung Himalaya Pecah: India Banjir, 9 Tewas dan Ratusan Orang Hilang

G.M
Senin, 08 Februari 2021, 09:01 WIB Last Updated 2021-02-08T02:08:58Z
Gunung Himalaya

Kabar Center - New Delhi

Kurang lebih 9 orang tewas dan 140 orang hilang di India Utara pasca bongkahan gletser Himalaya jatuh ke sungai yang mengakibatkan semburan besar air dan membanjiri wilayah itu. Banjir juga merendam dua pembangkit listrik, menyapu jalan-jalan dan beberapa jembatan.

Sebagian besar dari korban yang hilang merupakan pekerja dari dua pembangkit listrik itu.

Banjir terjadi ketika sebongkah besar gletser Nanda Devi terputus di daerah Tapovan, Negara Bagian Uttarakhand, India, Minggu (7/2/2021) pagi. Pecahan gletser tersebut kemudian mengirimkan air banjir yang menerjang lembah Sungai Dhauliganga.

Medi AP melaporkan, air bah mengalir dari Pegunungan Himalaya, Sungai Alaknanda, dan Dhauliganga, lalu bertemu sebelum menyatu dengan Sungai Gangga. Sebuah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di daerah Alaknanda hancur akibat banjir. Sementara, sebuah pabrik yang sedang dibangun di daerah Dhauliganga rusak. 

Juru Bicara Paramiliter Polisi Perbatasan Indo Tibet, Vivek Pandey menyebutkan, setidaknya 42 pekerja terjebak di dua terowongan dalam area proyek Dhauliganga. 12 orang sudah diselamatkan dari salah satu terowongan, sementara 30 lainnya masih terjebak.

“Para penyelamat menggunakan tali dan sekop untuk mencapai mulut terowongan. Mereka menggali puing-puing dan memasuki terowongan. Mereka belum bisa berhubungan dengan orang-orang yang terjebak,” ujar Menteri Kepala Uttarkhand, Trivendra Singh Rawat, kepada wartawan di Dehra Dun, ibu kota negara bagian itu, Minggu (7/2/2021) malam.

Sebuah klip video yang dibagikan di media sosial yang diambil dari sisi lereng bukit yang curam pada Minggu pagi menunjukkan, gelombang besar air mengalir ke salah satu pembangkit listrik, memecahnya menjadi beberapa bagian, sebelum terus bergemuruh ke hilir.

“(Air bah) itu datang sangat cepat, tidak ada waktu untuk memberikan peringatan kepada siapa pun,” kata seorang warga yang tinggal di hulu Desa Raini, Sanjay Singh Rana, kepada Reuters melalui telepon.

Ratusan tentara dan paramiliter lainnya telah dikirim ke lokasi bencana dengan menggunakan helikopter dan pesawat lainnya. Tim ahli glasiologi juga akan menuju ke daerah itu pada Senin (8/2/2021) ini guna mempelajari penyebab bencana..

Beberapa pakar berpendapat, bencana di Himalaya kali ini adalah bukti nyata dari dampak pemanasan global. (Kc5/IN)
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+