Notification

×

Iklan

Iklan

GMNI Unjuk Rasa di Mapolres Samosir dan Lapas Pangururan, Ini Tuntutannya

Senin, 16 Maret 2026 | 16:06 WIB Last Updated 2026-03-16T09:06:39Z
GMNI saat menyampaikan aspirasinya di halaman Mako Polres Samosir

Kabar Center

Puluhan massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Samosir dan Lapas Pangururan, Senin (16/3/2026) di Pangururan. 

Orator aksi Frimus Nababan mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kematian Army Siregar di Lapas Pangururan.

Massa membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan agar kasus kematian Army Siregar di dalam lapas diungkap secara transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan didampingi PJU menerima peserta aksi dan berdialog.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk menyampaikan, proses hukum sudah dilakukan dengan profesional.

“Kita menyampaikan terimakasih kepada adik adik mahasiswa yang telah datang untuk saling mengingatkan,” sebutnya.

Bahkan, beredar dugaan di tengah masyarakat bahwa korban meninggal akibat penganiayaan, sehingga hal itu perlu dibuktikan secara jelas melalui proses penyelidikan yang terbuka.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ada pihak yang dilindungi. Kami meminta kepolisian mengungkap secara terang benderang apa yang sebenarnya terjadi di dalam Lapas Pangururan,” tegasnya.

Selain menuntut pengusutan secara menyeluruh, GMNI juga meminta agar dilakukan rekonstruksi ulang terhadap peristiwa kematian Army Siregar.

Menurut mereka, rekonstruksi ulang perlu dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas kronologi kejadian yang sebenarnya.

GMNI menilai kematian seorang warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara transparan, mengingat lapas merupakan tempat yang berada di bawah pengawasan negara.

Selain meminta pengusutan tuntas, massa juga mendesak agar seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Massa juga menyerahkan pernyataan sikap berisi tuntutan kepada pihak Polres Samosir agar proses hukum terhadap kasus kematian Army Siregar berjalan objektif dan terbuka kepada publik.

GMNI menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga seluruh fakta terungkap dan keadilan bagi korban dapat ditegakkan.

Setelah menyampaikan aspirasinya di Mapolres Samosir, massa bergerak menuju Lapas Pangururan.

Peserta aksi diterima langsung Kalapas Pangururan Jeremia Sinuraya, yang dikawal puluhan Polisi dari Polres Samosir. 

Selanjutnya peserta aksi melalui Frimus Nababan, meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan evaluasi kepada Kalapas Pangururan dan jajarannya. 

Jeremia berjanji mendukung penuntasan kasus kematian warga binaan Lapas Pangururan yang sudah ditangani Polres Samosir. 

Mendengarkan penjelasan Kalapas Pangururan, peserta aksi membubarkan diri meninggalkan Lapas Pangururan.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini