Meski Pandemi Covid-19, FBI Samosir Optimis Indonesia Akan Semakin Maju

JM
Rabu, 30 Desember 2020, 10:09 WIB Last Updated 2020-12-30T03:09:48Z
Foto bersama | Ketua Umum FBI Leo Situmorang (kiri) bersama Ketua DPC FBI Samosir Harisma Simbolon (kanan)

Kabar Center - Samosir

Forum Batak Intelektual (FBI) optimistis bangsa Indonesia akan mampu bangkit menjadi bangsa yang besar di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Makruf Amin, memasuki era Industri 4.0 atau era Kecerdasan Buatan (Artificial Inttelligence) yang sering juga disingkat AI.

Demikian disampaikan Ketua DPC Forum Batak Intelektual Kabupaten Samosir Harisma LP Simbolon melalui siaran pers yang diterima Kabar Center, Rabu (30/12).

Dikatakan, FBI sebagai organisasi wadah berkumpulnya intelektual-intelektual muda, berharap kepada seluruh elemen bangsa untuk membangun optimisme memasuki tahun 2021 di tengah upaya bersama Pemerintah dan Masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. 

“Semangat bersama secara gotong royong, kami yakini akan memampukan bangsa Indonesia bangkit dan lebih maju lagi memasuki tahun 2021. Program-program Pemerintah Pusat, Daerah dan Kementerian serta Lembaga perlu kita dukung bersama menuju ‘Indonesia Hebat’," kata Harisma Simbolon.

Meski demikian, FBI lanjut Harisma akan tetap kritis. Hal ini dilakukan agar pembangunan benar-benar mensejahterakan masyarakat.

FBI tambah Harisma, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Jokowi dan Kabinet Indonesia Maju yang serius menangani Danau Toba pasca ditetapkan menjadi salah satu “Destinasi Pariwisata Super Prioritas Tingkat Dunia” oleh UNESCO Global Geopark (UGG).

Namun, FBI juga mengingatkan Pemerintah agar pembangunan kawasan pariwisata yang kaya dengan keindahan alam ini tidak memunculkan kesenjangan baru bagi masyarakat Sumatera Utara khususnya warga sekitar danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara itu.

Semetara itu, Ketua Umum FBI Leo Situmorang, SH., MH menyampaikan, pembangunan Danau Toba selain harus lebih menyejahterakan bagi masyarakat Sumatera Utara, juga harus mampu meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) baik di tingkat domestik maupun internasional. 


"Jangan sampai masyarakat Sumatera Utara dan warga sekitar Danau Toba hanya jadi penonton. Harus dilibatkan secara aktif dengan pendekatan kearifan lokal yang hidup di sekitar Danau Toba. Ini akan menjadi fokus utama FBI dalam mengawasi pembangunan yang pro rakyat di Danau Toba,” tegas Leo.

Terkait pandemi, meski vaksin Covid-19 akan mulai diberikan awal tahun 2021, Leo juga meminta Pemerintah agar lebih aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar benar-benar memahami bahwa penanggulangan Covid-19 merupakan upaya bersama antara Pemerintah dengan Masyarakat.

Menurutnya, hal ini perlu untuk mencegah simpang-siur informasi yang berujung pada kebingungan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Seluruh lapisan masyarakat harus diberi pemahaman yang benar, agar tidak menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak perlu. Kami juga meminta masyarakat untuk percaya kepada Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita kembali dapat produktif serta siap mengadaptasi kebiasaan baru (New Normal),” pungkasnya. (Rel)
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+