Bahas Langkah Strategis Angka Kasus Covid-19 di Samosir, Pemkab Gelar Konferensi Pers

Pio
Selasa, 13 Oktober 2020, 11:45 WIB Last Updated 2020-10-13T04:45:19Z
Konferensi pers di aula Kantor Bupati Samosir, Senin (12/10)

Kabar Center - Samosir

Pemkab Samosir mengadakan konferensi pers di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (12/20/2020). Konferensi pers ini dihadiri Pjs. Bupati Samosir Lasro Marbun, Asisten I Mangihut Sinaga, Kadis Kesehatan Nimpan Karokaro, Kadis Pendidikan Rikardo Hutajulu, dan Kakan Kesbangpol Agustianto Sitinjak, dan para jurnalis media cetak dan online di Kabupaten Samosir. 

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mensiasati perkembangan terkini kasus infeksi Covid-19 oleh GTPP Covid-19 Samosir. 

Pjs. Bupati Samosir Lasro Marbun menyampaikan Pemkab Samosir telah mengkaji langkah-langkah strategis untuk mengatasi Covid-19 dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat pada bidang kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan, pariwisata, penjagaan pintu-pintu gerbang ke Samosir, pariwisata, dan pelaku perjalanan ke Samosir. 

Di samping itu, lanjut Lasro Marbun, peran GTPP Covid-19 akan lebih aktif untuk memastikan pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 melalui tracing, tracking, dan treatment terhadap orang-orang yang terkonfirmasi positif. 

Nimpan Karokaro, Kadis Kesehatan Samosir, menyampaikan berdasarkan hasil tracing yang dilakukan, orang-orang terkonfirmasi positif masih bersifat klaster keluarga belum terjadi transmisi dalam eskalasi yang lebih luas. 

“Kita harus siap untuk kemungkinan peningkatan kasus pada hari-hari yang akan datang,” jelas Nimpan Karokaro. 

Nimpan mengajak seluruh masyarakat Samosir agar jangan panik karena kepanikan dapat menurunkan imunitas tubuh dalam menghadapi infeksi Covid-19. Secara teknis, Dinas Kesehatan Samosir akan menerapkan Standar Operasional Prosedur dalam menangani orang-orang yang terkonfirmasi positif mulai dari isolasi mandiri, di rumah sakit, dan di Balai Latihan Kerja Samosir.

Sementara, Rikardo Hutajulu, Kadis Pendidikan Samosir, menjelaskan telah dilakukan penutupan sekolah untuk pembelajaran tatap muka pada tingkat SD/SMP karena adanya peningkatan status menjadi Zona Merah di Samosir. 

“Kita telah memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) melalui visitasi para guru ke tempat tinggal siswa,” terangnya. 


Sebelum memutuskan daring ini, kata Rikardo, telah diadakan kordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Pjs. Bupati Samosir, Lasro Marbun. Batas pembelajaran daring belum dapat dipastikan karena akan menyesuaikan dengan keadaan perkembangan terkini angka kasus Covid-19.

Pada penjelasan lain, Pjs. Bupati Samosir, Lasro Marbun menyampaikan bahwa GTPP Covid-19 telah melakukan tindak lanjut dalam mensiasati meningkatnya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Samosir. Tindak lanjut tersebut, lanjut Lasro Marbun, yaitu melebihaktifkan GTPP Covid-19 menunggu penyesuaian menjadi Satgas Covid-19 Samosir, mengecek logistik kesehatan dan non kesehatan, dan memastikan arus informasi data melalui Dinas Kominfo Samosir. 

Lasro Marbun, yang baru bertugas beberapa minggu di Samosir, memaparkan angka persebaran terkonfirmasi positif Covid-19 di Samosir mencakup Kecamatan Pangururan, Simanindo, dan Sianjurmulamula. 

Untuk itu, dia mengharapkan agar dilakukan pengendalian persebaran ini melalui tracing oleh Dinas Kesehatan Samosir. Secara logistik, lanjut Lasro Marbun, tingkat ketersediaan untuk penanganan Covid-19 dipastikan cukup sampai bulan Desember 2020. (Rel)

Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS