Gerakan Toba Bersih Gelar Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru di Kawasan Danau Toba

G.M
Sabtu, 26 September 2020, 10:21 WIB Last Updated 2020-09-26T03:21:33Z

Kabar Center - Toba

Pembangunan kepariwisataan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba terus dilaksanakan di era Adaptasi Kebiasaan Baru ini. Pemerintah terus menggalakkan pembangunan atraksi, amenitas dan aksesibilitas untuk meningkatkan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung di Kawasan Danau Toba agar dapat selesai sesuai target.

Di satu sisi, era Kebiasaan Adaptasi Baru memerlukan perhatian lebih sehingga para wisatawan yang berkunjung dan pelaku industri pariwisata di destinasi tujuan dapat saling memahami peranan masing-masing dalam menerapkan protokol kesehatan pada kegiatan kepariwisataan selama masa pandemi.

Berangkat dari semangat mendukung pembangunan kepariwisataan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba dan untuk mewujudkan destinasi wisata yang bersih, sehat, indah dan aman di era Adaptasi Kebiasaan Baru, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba menggandeng komunitas Gerakan Toba Bersih mengadakan kegiatan *Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru di Kawasan Danau Toba*.

Gerakan tersebut dilakukan dalam bentuk aksi bersih-bersih destinasi wisata selama dua hari di Balige pada tanggal 25-26 September 2020. Pada hari pertama, kegiatan ini mengambil lokasi di Balerong Balige dan seputaran pusat kota Balige, dilanjutkan rangkaian berikutnya di daerah wisata Pantai Lumban Bulbul pada hari kedua.

Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, menyampaikan pihaknya menyambut baik inisiatif-inisiatif dari seluruh pihak yang memiliki semangat sama untuk mengembangkan kepariwisataan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat di Kawasan Danau Toba. Kegiatan Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru di Balige ini merupakan kali kedua setelah penyelenggataan yang pertama di Parapat.

"Saya harap ini menjadi kolaborasi yang baik antara program Pemerintah dengan inisiatif komunitas lokal yang selaras untuk saling menguatkan kerjasama dalam pembangunan kepariwisataan di Danau Toba," kata Arie Prasetyo.

Inisiator Gerakan Toba Bersih, Patrick Lumbanradja menyampaikan Gerakan Toba Bersih ini adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan di sekitar Danau Toba, memerangi masalah sampah, khususnya Sampah Plastik.

Baca juga: Wabup Tobasa: Perlu Peran Semua Aspek Dalam Mendukung Kinerja Pemerintah

Sebagai komunitas, gerakan ini pertama kali dideklarasikan pada bulan Oktober 2019 bersama kaum muda milenial di Balige. Gerakan ini juga berperan aktif dengan lahirnya Bank Sampah pertama di kabupaten Toba, yakni Bank Sampah Induk (BSI) IAS Toba.

Kegiatan ini juga merupakan kepanjangan tangan dari Gerakan BISA Kemenparekraf/Baparekraf selama dua hari ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat industri pariwisata dan juga memberikan informasi kepada wisatawan bahwa kawasan pariwisata Danau Toba siap untuk aktifitas pariwisata dengan menerapkan Protokol Adaptasi Kebiasaan Baru setelah terjadinya pandemi Covid-19.

Pesan yang ingin disampaikan dalam aksi ini antara lain:
1. Gerakan Bersih-Indah-Sehat-Aman (BISA),
2. Kampanye penerapan Protokol Kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru,
3. Sosialisasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark,
4. Sosialisasi mengumpulkan sampah plastik bersama Bank Sampah Induk (BSI) IAS Toba.

“Gerakan BISA dan Gerakan Toba Bersih memiliki tujuan sama sehingga dapat saling mengisi. Pesan yang ingin disampaikan juga sama yaitu bagaimana pentingnya kebersihan lingkungan bagi kita. Kami ingin mengajak seluruh pihak lebih memberikan perhatian kepada kebersihan di Danau Toba, khususnya di era Adaptasi Kebiasaan Baru," kata Patrick.

Aksi ini lanjutnya sekaligus menjadi wujud syukur karena Kaldera Toba resmi menjadi UNESCO Global Geopark baru setelah disahkan oleh sidang Executive Board ke-209, tanggal 7 Juli 2020. "Sebuah pengakuan sekaligus tanggung jawab yang sungguh luar biasa bagi kita pemilik sekaligus yang mendiami kawasan yang memiliki kisah sungguh menakjubkan ini," ujarnya.

Selain kegiatan bersih-bersih destinasi, aksi yang merupakan kegiatan padat karya yang melibatkan pelaku industri pariwisata dan berbagai komunitas di Balige ini akan menampilkan seni teaterikal sembari mengumpulkan Sampah Plastik.

Kemudian ada juga pembagian Banner mengenai protokol kesehatan untuk hotel dan rumah makan di Balige dan sekitarnya agar pengunjung dan tuan rumah destinasi wisata selalu mengingat pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat ini. (Rel/J. Simanjuntak)

Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS