Ria Frederika Sinaga, Orang Dibalik Acara Adaptasi Nilai Baru Jabar

G.M
Senin, 24 Agustus 2020, 11:39 WIB Last Updated 2020-08-24T04:39:37Z
Ria Frederika Sinaga bersama Dubes RI Rusdi Kirana di Malaysia, dalam acara Perayaan 17 Agustus. (Foto: Dok)

Kabar Center - Bandung

Sebelum menyelesaikan pendidikan perhotelannya di NHI-Bandung (STPB saat ini-Red) sekitar 2 tahun yang lalu, dia telah menerima pekerjaan di sebuah perusahaan Rumania yang berkantor di Jl, Sudirman, Jakarta. Namun karena merasa tidak puas dengan ‘tantangan’ yang ada, dia resign setelah melewati masa percobaan.

“Saya harus resign Mah!," kata Ria Frederika Sinaga kepada ibunya setelah melewati masa percobaan dengan memberi alasan bahwa bidang pekerjaannya tidak sesuai dengan keinginannya.

Ternyata, resign yang dia lakukan, lebih banyak disebabkan oleh ajakan teman sealumninya. Kebetulan, rekannya tersebut sedang mempersiapkan pendirian satu usaha dan bidang usaha yang dilakoni sama dengan bidang yang dilakukan oleh perusahaan Rumania tadi.

Maka, tanpa pikir panjang Ria pun memenuhi ajakan temannya.

Apalagi dia diberi posisi yang sangat menantang, yaitu kewenangan penuh adalah untuk merancang dan menjalankan berbagai even yang akan dilakukan.

Dengan bekal ilmu mau pun pengalaman yang sudah ada, tidak begitu susah bagi Ria Frederika untuk melakoni tugas dan tanggung-jawab itu. Setidaknya, selama Tahun 2019, ada beberapa event yang berhasil dieksekusi untuk perusahannya.

Dan karena pasar yang dilakoni adalah pasar untuk luar negeri, maka boru Sinaga yang ibunya berdinas di Kejati Jabar ini pun harus melanglang buana ke berbagai negara tempat dilakukannya event tersebut.

“Ini impian saya sejak kecil. Jalan-jalan ke luar negeri sembari menambah pengalaman dan menghasilkan uang,” ujarnya ketika ditanya tentang ‘keberhasilannya’ dalam melakoni tugasnya tersebut.

Ukurannya ‘Segitiga Emas’

Menurut Ria Frederika Sinaga, keberhasilan itu sangat tergantung kepada kemauan untuk berhasil. Mengenai itu, sikap yang diperlukan adalah untuk senantiasa terus dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Tidak terkecuali dengan orang-orang baru yang memilki kemampuan lebih.

Maka, baginya, ‘Kawasan Segiti Emas’ Jakarta (Sudirman-Thmarin & Rasuda Said-Red!), menjadi patokannya untuk ukuran sebuah keberhasilan.

“Bila ada orang yang berkantor di daeah ‘Segitiga Emas’ Jakarta ini, maka bagi saya dia adalah orang yang telah behasil memulai karirnya,” imbuhnya.

Tentang ukuran ‘Segitiga Emas” Jakarta sebagai ukuran keberhasilan, mungkin dapat diperdebatkan. Tetapi dengan usianya yang masih muda, sudah sepatutnya mendapat apresiasi. Dan, selepas tahun 2019, kembali dia resign dari perusahaan teman selaumninya itu.

Menapak Lebih Tinggi

Normalnya, keberhasilannya 'melahirkan' berbagai event di berbagai negara, ternyata tidak membuat merasa puas. Ini pula yang menjadi dasarnya untuk Kembali melakukan resgin.

“Bagi saya itu adalah satu tahapan anak tangga untuk menapak naik ke lebih yang tinggi,” ujarnya.

Sama seperti sebelumnya, dia juga diajak bergabung oleh seorang pemodal untuk menjalankan bidang yang sama yaitu Event Organizer.

Namun kali ini, fokusnya adalah pasar dalam negeri. Bukan pasar luar negeri, seperti yang dilakoni dua perusahaan sebelumnya.

Sayangnya, rencana kerja yang sudah disusun untuk Program Tahun 2020, terhalang oleh Pandemi Covid 19. Jadilah dia menjadi pegawai yang beberapa bulan harus mendapat gaji buta.

Ada rasa kecewa, apalagi ada satu event besar dari satu kementerian terpaksa harus direvisi ulang akibat Pandemi Covid 19 ini.

Di tengah rasa kecewa itu, toh pada akhirnya dapat membuahkan hasil sebagai pengobat kecewa. Sebuah acara yang sosialisasi “Adaptasi Nilai Hidup Baru Jawa Barat” telah berhasil mereka wujudkan, sebagaimana yang tayang pada “Kompas TV” tanggal 19 Agustus yang lalu.

“Terimakasih ya atas dukungan dan petunjuknya,” katanya dengan nada suara senang kepada awak media ini, sesaat sebelum acara akan tayang di “Kompas TV”.

Kebetulan, dua minggu sebelum acara itu dilaksanakan, Ria banyak mengontak awak media ini untuk berbagai keperluan, termasuk menghubungi yang terkait dengan sponsorship. Dan sebagai orang dibalik layar dari acara, dia harus memainkan peran itu.

Ayo teruslah menapak, sampai akhirnya dapat diraih yang paling tinggi. (Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS